Sains

Ditemukan Planet Kembaran Bumi, Ilmuwan: Punya Atmosfer yang Sama

Apakah manusia bisa tinggal di planet kembaran Bumi ini?

Agung Pratnyawan

Ilustrasi planet kembaran Bumi. (ESO/L. Calçada via arstechnica)
Ilustrasi planet kembaran Bumi. (ESO/L. Calçada via arstechnica)

Hitekno.com - Para ilmuwna mengklaim telah menemukan planet kembaran Bumi yang berada di sistem bintang Alpha Centauri. Seberapa mirip dengan planet tempat kita tinggal ini?

Menurut ilmuwan, planet kembaran Bumi ini berada empat tahun cahaya dari tempat kita hidup.

Studi ini diterbitkan di The Astrophysical Journal, mengungkap bahwa para ilmuwan memberi nama planet itu Alpha-Cen Earth.

Berdasarkan data yang diketahui tentang Alpha Centauri, para ahli menggunakan model numerik untuk membuat dan mengukur hipotesis, ukuran planet, hingga susunannya.

Wilayah tersebut pada dasarnya adalah tempat dalam sistem bintang yang kemungkinan besar memiliki air dan kondisi yang "tepat" untuk kehidupan. Oleh karena itu, wilayah tersebut dianggap sebagai Zona Goldilokcs.

Alpha Centauri. (NASA)
Alpha Centauri. (NASA)

Yang mengejutkan para ahli, model menyarankan Alpha-Cen Earth memiliki susunan yang mirip dengan Bumi.

Planet itu memiliki mantel atau lapisan tengah yang didominasi oleh silikat dan interior dengan kapasitas penyimpanan air sebanyak Bumi.

Meski begitu, planet itu sedikit lebih gemerlap karena memiliki kandungan satu ton grafit dan berlian di mantelnya, selain bebatuan.

Tetapi hal yang mengejutkan dan mungkin menjanjikan adalah Alpha-Cen Earth menunjukkan atmosfer awal yang mirip dengan Bumi selama periode 4 miliar hingga 2,5 miliar tahun yang lalu.

Dilansir dari CNET, Senin (14/3/2022), saat itulah kehidupan pertama kali muncul di Bumi dalam bentuk mikroba.

Perbandingan sistem bintang Trappist-1 dan tiga planet di zona layak huni (berwarna hijau) dengan tata surya kita. [NASA]
Perbandingan sistem bintang Trappist-1 dan tiga planet di zona layak huni (berwarna hijau) dengan tata surya kita. [NASA]

Di sisi lain, Alpha-Cen Earth memiliki perbedaan dari Bumi karena kemungkinan memiliki inti besi sedikit lebih besar dan permukaan yang aneh.

Studi ini berfungsi sebagai batu loncatan, baik secara fisik maupun metaforis, untuk eksplorasi planet ekstrasurya di masa depan.

Para ilmuwan berharap dapat mempelajari atau mengunjungi planet kembaran Bumi tersebut dengan misi masa depan.

Apakah ada kehidupan di planet kembaran Bumi ini belum diketahui. (Suara.com/ Lintang Siltya Utami).

Berita Terkait