Sains

Penting Diketahui, Ini 4 Level Status Gunung Api di Indonesia

Apa saja level status gunung api di Indonesia?

Agung Pratnyawan

Puncak Gunung Merapi pada 26 September 2020. (BPPTKG)
Puncak Gunung Merapi pada 26 September 2020. (BPPTKG)

Hitekno.com - Saat ini Gunung Merapi tengah menyandang status siaga yang diperkirakan bisa terjadi erupsi. Apakah kamu tahun apa itu level status gunung api di Indonesia?

Saat ini lebih dari 600 warga yang tinggal di sekitara puncak Gunung Merapi telah diungsikan ke sejumlah tempat untuk antisipasi erupsi.

Begitu juga para wisatawan diimbau untuk tidak mendekat ke gunung api tersebut saat menyandang status siaga.

Gunung Merapi merupakan salah satu gunung api yang masih aktif di Indonesia. Total, ada 127 gunung api lain yang ada di Indonesia.

Dengan demikian, Indonesia lebih rawan risiko bencana gunung meletus. Oleh karenanya Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) membuat empat level status gunung api sebagai upaya mitigasi.

Puncak Gunung Merapi. (BPPTKG)
Puncak Gunung Merapi. (BPPTKG)

 

Berikut informasi mengenai empat level status gunung api di Indonesia.

1. Level 1 (Normal)

Status normal atau level 1 ini diberikan apabila gunung api aktif namun tidak ada aktivitas yang membahayakan atau aktivitas magma. Selain itu, status ini juga diberikan pada gunung api dengan aktivitas vulkanis yang masih dasar. Pada status ini, instansi terkait akan melakukan pengamatan rutin, survei, dan penyelidikan pada gunung api.

2. Level 2 (Waspada)

Status level 2 ini diberikan pada gunung api yang memiliki aktivitas melebihi batas normal seperti meningkatnya aktivitas seismik dan vulkanis, perubahan aktivitas magma, tektonik, dan hidrotermal.

Jika gunung api berstatus level 2 maka akan dilakukan penilaian bahaya, pengecekan sarana, dan pelaksanaan piket terbatas. Kemudian, petugas atau badan terkait akan melakukan penyuluhan dan sosialisasi pada pihak terkait dan masyarakat yang tinggal di dekat lereng gunung.

3. Level 3 (Siaga)

Status ini akan diberikan pada gunung api yang tiba-tiba meletus atau menimbulkan bencana. Hal tersebut ditandai dengan intensitas aktivitas seismik yang meningkat. Apabila data peningkatan aktivitas terus berlanjut maka letusan gunung api bisa terjadi dalam kurun waktu 2 minggu.

Pada level ini, instansi terkait harus melakukan sosialisasi ke wilayah yang terdampak, menyiapkan sarana darurat, berkoordinasi, dan piket penuh.

4. Level 4 (Awas)

Pada level ini gunung api akan meletus atau sedang meletus. Level ini juga penanda bahwa ada akan timbul bencana. Hal ini ditandai dengan gunung api mengalami letusan pembukaan disertai abu dan asap tebal.

Letusan gunung api berpotensi terjadi dalam waktu 24 jam. Beberapa tindakan yang harus dilakukan ialah mengevakuasi masyarakat di wilayah sekitar berpotensi terdampak bencana. Selain itu, instansi terkait juga wajib berkoordinasi dan melakukan piket penuh.

Itulah empat level status gunung api yang berlaku di Indonesia, salah satunya Gunung Merapi yang tengah menyandang Siaga. (Suara.com/ Lolita Valda Claudia).

Berita Terkait