Sains

Ditemukan di Siberia, Mumi Beruang Gua Ini Masih dalam Keadaan Utuh

Analisa awal menyebutkan bahwa beruang ini sengaja diawetkan dengan semua organ internal utuh.

Agung Pratnyawan | Amelia Prisilia

Ilustrasi beruang cokelat. (Pixabay/ Free-Photos)
Ilustrasi beruang cokelat. (Pixabay/ Free-Photos)

Hitekno.com - Seorang pemburu rusa kutub di Siberia baru-baru ini menemukan sisa binatang zaman es yang diketahui sudah punah. Cukup unik, binatang zaman es yang adalah mumi beruang gua ini ditemukan dalam keadaan masih utuh.

Penemuan mumi beruang gua ini menjadi satu-astunya spesies dewasa yang ditemukan dengan jaringan lunak yang masih utuh. Bahkan bagian bulu dan hidup beruang ini masih jelas terlihat.

Mengutip Live Science, mumi beruang gua dengan nama ilmiah Ursus Spelaeus ini ditemukan pertama kali di pulau Bolshoy Lyakhovsky yang berada di Laut Siberia Timur.

Tidak jauh dari lokasi tersebut, para pemburu lainnya yang tergabung dalam Yakutia juga menemukan mumi anak beruang gua yang juga hampir dalam keadaan yang sama.

Ahli paleontologi molekuler di North Eastern Federal University menyebut bahwa penemuan ini adalah hal pertama dan satu-satunya dari jenis beruang yang ada. Analisa awal menyebutkan bahwa beruang ini sengaja diawetkan dengan semua organ internal utuh.

Mumi beruang gua. (North Eastern Federal University)
Mumi beruang gua. (North Eastern Federal University)

 

Menjelaskan sedikit mengenai spesiesnya, para ilmuwan menyebut bahwa beruang gua pada dasarnya adalah seorang omnivora yang tidak makan daging.

Namun, beruang-beruang ini dipercaya memiliki tubuh besar dengan tinggi mencapai 11,5 kaki atau sekitar 3,5 meter dan dibesarkan dengan kaki belakangnya.

Beruang gua kemungkinan hidup di Siberia selama interglasial Karaginsky atau periode hangat yang sedikit lebih dingin. Diperkirakan, beruang ini berasal dari masa 39.500 dan 22.000 tahun yang lalu.

Ilustrasi beruang hitam. (Pixabay/ ArtTower)
Ilustrasi beruang hitam. (Pixabay/ArtTower)

 

Untuk mumi beruang gua ini perlu penelitian yang lebih mendalam. Sayangnya, hingga kini, para ilmuwan belum dapat memeriksa mumi tersebut secara langsung. Kedepannya, ada beberapa rencana untuk segera melakukan penelitian terkait hal ini.

Berita Terkait