Sains

Prediksi Ilmuwan, Beruang Kutub Bisa Punah Akhir Abad Ini

Tidak hanya beruang kutub, namun spesies lain yang hidup di lingkungan dingin terancam punah.

Agung Pratnyawan

Ilustrasi beruang kutub. (Wikipedia/ Alan Wilson)
Ilustrasi beruang kutub. (Wikipedia/ Alan Wilson)

Hitekno.com - Beruang kutub menjadi salah satu spesies yang terancam punah bersama spesies lain yang hidup di lingkungan dingin.

Bahkan para ilmuwan memprediksi beruang kutup bisa punah pada akhir abad ini.

Menurut ilmuwan, kepunahan ini disebabkan es laut Arktik yang terus menghilang sejak 1979 selama musim panas.

Last Ice Area adalah wilayah yang mengandung es Arktik tertua dan paling tebal. Ini mencakup area seluas lebih dari 1 juta kilometer persegi.

Ketika para ilmuwan menamai wilayah es setebal 4 meter itu, mereka mengira es tersebut akan bertahan setidaknya dalam beberapa dekade.

Tetapi sekarang dengan adanya pemanasan terkait perubahan iklim, es tersebut akan menipis secara dramatis pada 2050.

Skenario paling pesimis dari menipisnya lapisan es tersebut adalah beruang kutub dan anjing laut yang hidup di atasnya dapat punah pada 2100.

"Jika es sepanjang tahun hilang, seluruh ekosistem yang bergantung pada es akan runtuh," kata Robert Newton, peneliti senior di Lamont-Doherty Earth Observatory Universitas Columbia, seperti dikutip dari Live Science, Jumat (15/10/2021).

Beruang kutub. [Shutterstock]
Beruang kutub. [Shutterstock]

Lapisan es laut Arktik tumbuh dan menyusut setiap tahun, mencapai batas minimumnya pada akhir musim panas, sebelum pulih kembali pada musim gugur dan musim dingin untuk mencapai batas maksimumnya.

Tetapi karena karbon dioksida dan gas rumah kaca lainnya semakin mempengaruhi pemanasan atmosfer, rentang es laut semakin menyusut dalam 15 tahun terakhir.

Menurut laporan National Snow and Ice Data Center (NSIDC), jumlah es Arktik lebih tua dan lebih tebal yang bertahan setidaknya satu musim pencairan berada pada rekor terendah.

Tercatatkan oleh survei satelit pertama 40 tahun lalu, hanya sekitar seperempat dari total.

Penurunan lapisan es yang signifikan dapat berdampak pada kehidupan hewan yang tinggal di atas dan di bawah lapisan es.

Termasuk ganggang fotosintesis, krustasea kecil, ikan, anjing laut, narwhal, paus kepala busur, dan beruang kutub.

Mengingat beruang kutub adalah predator khusus yang mengintai di atas es laut, populasi beruang kutub akan sangat rentan terhadap kepunahan jika es menghilang.

Global warming di Arktik, Kutub Utara. [Shutterstock]
Global warming di Arktik, Kutub Utara. [Shutterstock]

Meskipun hewan berbulu itu dapat menyantap telur burung laut dan karibu saat berada di darat, tetapi studi pada 2015 menunjukkan kalori yang diperoleh dari sumber-sumber tersebut tidak mengimbangi kalori yang dibakar beruang.

Pergeseran habitat yang cepat ini dapat menyebabkan beruang kutub punah atau melakukan kawin silang yang lebih luas dengan beruang grizzly (Ursus arctos horribilis).

Proses ini dikhawatirkan dapat menggantikan beruang kutub dengan beruang "pizzly" hibrida.

Sebelumnya, laporan dari Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC) PBB pada Agustus, mengeluarkan peringatan keras.

Bumi diperkirakan akan mencapai ambang kritis, di mana peningkatan suhu global 1,5 derajat Celcius dapat terjadi karena perubahan iklim dalam 20 tahun ke depan.

Itulah prediksi ilmuwan yang menyebut beruang kutup dan spesies lingkungan dingin lainnya bisa punah pada akhir abad ini. (Suara.com/ Lintang Siltya Utami).

Berita Terkait