Sains

Beruang Kutub Jadi Korban Corat-coret, Potretnya Bikin Miris

Cat hitam di tubuh beruang kutub ini bertuliskan T-34, kode untuk tank Soviet untuk melawan NAZI.

Agung Pratnyawan | Rezza Dwi Rachmanta

Beruang kutub dengan coretan cat hitam ini bikin ilmuwan miris. (Facebook/ Серёга Кавры)
Beruang kutub dengan coretan cat hitam ini bikin ilmuwan miris. (Facebook/ Серёга Кавры)

Hitekno.com - Seseorang dengan tingkat kejahilan luar biasa ini bisa membahayakan hidup beruang kutub. Seekor beruang kutub dengan cat hitam di bulunya membuat netizen miris serta membuat ilmuwan khawatir terhadap keberlangsungan hidup hewan tersebut.

Berdasarkan laporan dari Lembaga Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), sebanyak dua pertiga populasi beruang kutub akan punah pada abad ke-21.

Lapisan es yang mencair sebagai akibat dari perubahan iklim menjadi salah satu penyebabnya.

Hewan ini masuk ke dalam IUCN Red List sebagai hewan yang Terancam Punah (Threatened).

Namun pada suatu wilayah, populasi hewan beruang kutub justru sangat terlihat banyak mengingat ada masalah pada habitat aslinya.

Potret beruang kutub dengan coretan cat hitam ini bikin ilmuwan miris. (Facebook/  )
Potret beruang kutub dengan coretan cat hitam ini bikin ilmuwan miris. (Facebook/ )

 

Akun Facebook Sergey Kavry yang mengklaim bekerja untuk World Wildlife Fund (WWF) membagikan video di Facebook yang menampakkan beruang kutub dengan warna aneh.

Tak memiliki warna putih seutuhnya, beruang kutub yang berada di wilayah otonom Chukotka Rusia tersebut mempunyai warna hitam dengan bekas coretan cat hitam di tubuhnya.

Tulisan T-34 tersematkan dalam tubuh hewan itu.

Sebagai referensi, T-34 adalah tank Soviet ikonik yang terkenal digunakan dalam Perang Dunia II melawan Nazi.

Bahkan tank T-34 digambarkan oleh Jerman sebagai "tank terbaik" pada masa perang saat itu.

Ilustrasi beruang kutub. (Wikipedia/ Alan Wilson)
Ilustrasi beruang kutub. (Wikipedia/ Alan Wilson)

 

Masih belum jelas siapa yang melakukannya, namun itu bisa jadi ulah ilmuwan yang tidak bertanggungjawab, orang jahil, atau mungkin oknum militer.

Dilansir dari IFLScience, Anatoly Kochnev, seorang ilmuwan sekaligus peneliti senior pada Laboratory of Mammal Ecology di Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia angkat bicara mengenai fenomena ini.

Awal tahun 2019, wilayah kota pesisir Novaya Zemlya, salah satu bagian dari Chukotka memang mengalami masalah dengan beruang kutub.

Sebanyak 52 beruang kutub bermigrasi di musim dingin sehingga bersinggungan dengan pemukiman manusia.

Ilmuwan tersebut berasumsi terdapat manusia yang membius beruang kemudian salah satu dari mereka dicat hitam.

Meski terdengar sepele, namun cat hitam bisa membahayakan nyawa beruang.

Cat semprotan hitam dikhawatirkan dapat membuat beruang berisiko mengalami kelaparan.

Beruang kutub mengandalkan bulu putih mereka untuk tetap tersamarkan dari penglihatan mangsanya.

Hal tersebut membuat individu ini bisa mengalami kesulitan saat berburu.

Konflik beruang-manusia akan menjadi hal umum ketika perubahan iklim mencairkan es laut Kutub Utara.

Hilangnya habitat dan stok makanan, membuat beruang kutub mendekati pemukiman manusia untuk mencari makan.

Berita Terkait