Sains

5 Senjata Kuno Terkeren Ditemukan Sepanjang 2020, Pedang hingga Tongkat

Mulai dari zaman es hingga abad pertengahan, temuan senjata kuno ini mengambarkan kerasnya masa silam.

Agung Pratnyawan

Ilustrasi arkeolog. (Shutterstock)
Ilustrasi arkeolog. (Shutterstock)

Hitekno.com - Tahun 2020 kemarin, ilmuwan telah menemukan sejumlah senjata kuno yang menceritakan bagaimana kisah kehidupan di masa lalu.

Mulai dari zaman es hingga abad pertengahan, berikut ini lima senjata kuno paling keren yang ditemukan sepanjang 2020 menurut Live Science:

1. Tongkat lempar zaman es

Para ahli menemukan senjata berbentuk tongkat dari zaman es yang digunakan oleh spesies manusia Homo heidelbergensis untuk berburu.

Berukuran panjang sekitar 64,5 sentimeter, tongkat lempar yang ditemukan di Jerman ini pertama kali dilaporkan pada April di jurnal Nature Ecology & Evolution.

Tongkat ini berasal dari 300.000 tahun yang lalu dan digunakan untuk melukai atau membunuh mangsa kecil, seperti kelinci, angsa, dan bebek.

Tongkat lempar zaman es. [University of Tübingen]
Tongkat lempar zaman es. [University of Tübingen]

2. Pedang tertua

Pedang dari abad pertengahan yang ditemukan di biara San Lazzaro degli Armeni oleh mahasiswa arkeolog Vittoria Dall'Armellina adalah pedang tertua yang pernah ditemukan.

Meskipun pedang itu diberi label hanya berumur beberapa ratus tahun saat dipamerkan di museum, Dall'Armellina menyadari bahwa pedang itu jauh lebih mirip senjata dari Zaman Perunggu daripada artefak abad pertengahan.

Dia dan rekan-rekannya menganalisis pedang tersebut dan menemukan bahwa itu memang paduan tembaga-arsenik dari awal Zaman Perunggu, sekitar 5.000 tahun lalu.

Pedang tersebut berasal dari Anatolia atau yang sekarang menjadi Turki bagian timur, tempat pedang pertama kali ditemukan.

Pedang tertua. [Ca 'Foscari University of Venice]
Pedang tertua. [Ca 'Foscari University of Venice]

 

3. Bilah pedang yang indah

Seorang pemburu jamur di Republik Ceko tak sengaja menemukan potongan logam yang mencuat di tanah dan menendangnya.

Ia menyadari bahwa itu adalah bilah pedang. Setelah mulai menggali, ia tidak hanya menemukan pedang tetapi juga kapak perunggu.

Pangkal dan gagang pedang tersebut dihiasi dengan ukiran berbentuk lingkaran dan bulan sabit yang halus. Para arkeolog dari Museum Silesia memeriksa artefak itu dan mengungkapkan berasal dari Zaman Perunggu, sekitar 3.300 tahun yang lalu.

Tidak jelas mengapa pedang itu ada di tengah hutan, meskipun hujan baru-baru ini mungkin telah menyapu tanah dan membuatnya terlihat untuk pertama kalinya dalam ribuan tahun. Para arkeolog berencana untuk mempelajari wilayah sekitarnya lebih lanjut.

4. Senjata tentara di danau

Para ahli menemukan senjata tentara di dasar danau Lituania, lengkap dengan tubuh prajurit dari abad pertengahan yang diduga pemilik dari senjata tersebut.

Tidak diketahui mengapa prajurit tersebut bisa berakhir di dasar danau, di mana sedimen telah mengendap secara alami di seluruh tubuh, menguburnya dalam lumpur sedalam 9 meter di bawah permukaan air.

Senjata tentara di danau. [Baltic News Service]
Senjata tentara di danau. [Baltic News Service]

Di dekat tubuhnya ada dua pisau dengan gagang kayu dan pedang besi, semuanya dalam kondisi terawet yang sangat bagus.

5. Senjata pengepungan

Sebuah artefak yang ditemukan di Taman Nasional Krka Kroasia terlihat seperti termos kuno, tetapi sebenarnya itu adalah senjata pengepungan yang berasal dari abad ke-17 atau ke-18.

Perangkat tersebut adalah mackula, sejenis mortir yang digunakan saat mengepung sebuah benteng atau kastil. Menurut Kroasia Week, artefak perunggu ditemukan di dekat benteng Necven, sebuah reruntuhan arkeologi yang berasal dari awal abad ke-14.

Mackula ditemukan di dalam salah satu dinding benteng. Itu mungkin memiliki nilai seremonial dan pertahanan. Semburan dari mackula secara tradisional digunakan untuk merayakan festival musim dingin dan kemenangan dalam kompetisi berkuda tradisional yang diadakan setiap tahun di Sinj, Kroasia.

Itulah lima temuan senjata kuno yang terungkap sepanjang 2020, yang mengungkap bagaimana kerasnya kehidupan masa silam. (Suara.com/ Lintang Siltya Utami).

Berita Terkait