Sains

Bikin Gelang Penangkal Covid-19, Hidung Ilmuwan Ini Malah Kemasukan Magnet

Ilmuwan itu ingin membuat gelang dari magnet yang bisa memberi peringatan saat seseorang hendak menyentuh wajah.

Agung Pratnyawan

Ilustrasi magnet. (Pixabay)
Ilustrasi magnet. (Pixabay)

Hitekno.com - Seorang Ilmuwan astrofisika di Australia dilarikan ke rumah sakit setelah empat buah magnet masuk ke dalam hidungnya. Saat itu, ia tengah merancang gelang penangkal COVID-19.

Disebutkan, ilmuwan ini sedang membuat gelang yang bisa membunyikan alarm ketika pemakainya hendak menyentuh wajah. Karena larangan menyentuh wajah jadi cara menghindari penularan virus corona COVID-19.

Danie Reardon, doktor yang pakar dalam studi gelombang gravitasional dan pulsar/bintang neutron di Universitas Swinburne, Melbourne mengalami kecelakaan konyol itu pada Kamis pekan lalu (26/3/2020).

Ilmuwan berusia 27 tahun sedang berusaha mengusir kebosanan karena swakarantina akibat Covid-19 dengan mengutak-atik empat buah magnet magnet neodymium.

Ketika itulah gagasan muncul di kepalanya untuk membuat sebuah gelang yang bisa membunyikan alarm saat seseorang akan memegang wajah. Kebetulan ia memiliki sebuah komponen yang dikiranya bisa mendeteksi medan magnet.

"Saya punya beberapa perangkat elektronik, tetapi tak punya pengalaman membuat sirkuit atau yang lainnya. Kebosanan dalam isolasi membuat saya berpikir soal itu," kenang Reardon seperti dilansir The Guardian, Senin (30/3/2020).

Saat sedang merakit perangkatnya itu, Reardon sadar bahkan alat yang dikiranya bisa mendeteksi medang magnet ternyata memiliki fungsi sebaliknya.

Ilustrasi bola magnet. [Shutterstock]
Ilustrasi bola magnet. [Shutterstock]

 

"Saya tak sengaja menciptakan gelang yang terus saja berbunyi dan hanya akan berhenti ketika saya mendekatkan tangan ke wajah," ia bercerita.

Setelah gagal membuat gelang anti Covid-19, ia kemudian mengutak-atik magnetnya. Ia lalu mencoba menjepit cuping hidungnya menggunakan magnet dan ketika itulah, dua buah magnet masuk ke dalam lubang hidungnya.

Ia lalu berusaha mengeluarkan magnet di dalam hidung menggunakan dua magnet yang tersisa, tetapi sial dua magnet itu juga malah tersangkut di dalam hidungnya.

Karena sudah kesakitan, Reardon lalu dilarikan ke rumah sakit oleh kekasihnya. Para dokter, melihat insiden aneh itu, sempat tertawa meski pada akhirnya berhasil mengeluarkan empat magnet dari dalam lubang hidung.

"Ini adalah cedera yang disebabkan oleh swa-karantina dan kebosanan," Reardon mengenang komentar para dokter ketika merawatnya di rumah sakit.

Itulah kecelakaan yang menimpa ilmuwan Australia ketika merancang gelang penangkal COVID-19. Beruntung empat magnet tersebut bisa keluar dari hidungnya. (Suara.com/ Liberty Jemadu).

Berita Terkait