Sains

Berbekal Genetika, Ilmuwan Berambisi Hidupkan Kembali Mamut

Didukung dengan dana awal sebesar 11 juta poundsterling, ilmuwan berambisi menghidupkan kembali mamut.

Agung Pratnyawan

Ilustrasi mamut. (Pixabay/tony241969)
Ilustrasi mamut. (Pixabay/tony241969)

Hitekno.com - Para ilmuwan tengah berupaya untuk menghidupkan kembalu mamut berbulu dari kepunahannya. Hewan prasejarah ini telah punah 10 juta tahun silam.

Berbekal pengetahuan dan teknologi genetika yang sekarang dimiliki, para ilmuwan berambisi bisa mengihidupkannya dalam beberapa tahun mendatang.

Rencana tersebut diungkap oleh ahli genetika terkenal George Church dari Harvard dan pengusaha teknologi Ben Lamm yang mendirikan Colossal, sebuah perusahaan biosains dan genetika yang bertujuan menghidupkan kembali beberapa spesies punah.

Didukung dengan dana awal sebesar 11 juta poundsterling, misi pertama keduanya adalah menciptakan gajah hibrida yang menyerupai mamut dan akan berkembang biak di iklim Arktik.

Para ahli berencana untuk melakukan ini dengan mengambil sel kulit dari gajah Asia, yang terancam punah, dan memasukkannya ke dalam sel induk dengan DNA mamut beku untuk membuat embrio.

Embrio-embrio tersebut akan dibawa oleh ibu pengganti atau rahim buatan di laboratorium.

Tim berharap untuk memiliki bayi mamut pertama dalam enam tahun ke depan jika semuanya berjalan sesuai rencana.

Ilustrasi mamut (Shutterstock).
Ilustrasi mamut (Shutterstock).

Church dan Lamm percaya bahwa gajah-mamut hibrida dapat membantu memperlambat perubahan iklim, dengan menginjak tanaman yang rendah oksigen dan mengekspos tanaman sehat yang kaya karbon untuk memulihkan tundra Arktik.

"Tujuan kami adalah membuat gajah tahan dingin, tetapi akan terlihat dan berperilaku seperti mamut," kata Church, seperti dikutip dari Independent, Selasa (25/1/2022).

Namun, tidak semua ilmuwan di komunitas ilmiah yakin dengan rencana tersebut.

Salah satunya adalah Dr Victoria Herridge, ahli biologi evolusioner di Natural History Museum yang mengatakan bahwa gagasan lingkungan Arktik dapat dipulihkan menggunakan kawanan "mamut" merupakan tindakan yang tidak masuk akal.

Herridge menjelaskan bahwa pada puncaknya sekitar 21.000 tahun yang lalu, diperkirakan ada 200 juta mamut di Eurasia.

Dengan kata lain, skala di mana para ilmuwan harus melakukan percobaan akan sangat besar dan mamut membutuhkan 22 bulan untuk beranak serta 30 tahun untuk tumbuh menjadi dewasa. Rencana tersebut akan sangat memakan waktu.

Itulah upaya para ilmuwan untuk menghidupkan kembali mamut berbulu yang sudah punah. Bisakah hewan prasejarah ini hidup kembali dari kepunahan? (Suara.com/ Lintang Siltya Utami).

Berita Terkait