Ilmuwan NASA Temukan Planet Aneh dengan Atmosfer Mirip Bumi

Planet aneh punya atmosfer mirip dengan Bumi.

Dinar Surya Oktarini

Posted: Sabtu, 12 Juni 2021 | 08:30 WIB
Ilustrasi Bumi. (pexels/Pixabay)

Ilustrasi Bumi. (pexels/Pixabay)

Hitekno.com - Ilmuwan NASA temukan planet misterius belum lama ini yang disebut TOI-1231 b karena mempunyai atmosfer sangat mirip dengan Bumi.

Planet ekstrasurya yang mengorbit bintai katai M atau katai merah itu ditemukan oleh para peneliti dari Jet Propulsion Laboratory NASA dan University of New Mexico.

Para ilmuwan mampu mengkarakterisasi bintang tersebut dan mengukur jari-jari serta massa TOI-1231 b.

Baca Juga: Indosat Ooredoo Raih Penghargaan Best Equitable Treatment of Shareholders

Pengukuran ini memberi para ahli data yang diperlukan untuk menghitung kepadatan dan hipotesis dari kandungan apa atmosfer planet itu terbuat.

Planet yang seukuran sub-Neptunus itu, memiliki iklim sedang dengan orbit 24 hari, delapan kali lebih dekat ke bintang induknya daripada Bumi ke Matahari, tetapi suhunya sangat mirip dengan Bumi.

Hal ini disebabkan karena katai merah planet itu kurang kuat.Atmosfernya sekitar 140 derajat Fahrenheit, menjadikan TOI-1231 b salah satu planet ekstrasurya paling dingin untuk penelitian atmosfer yang pernah ditemukan.

Baca Juga: Terpopuler: Pendapatan YouTube Gofar Hilman dan Among Us Punya Peta Baru

 TOI-1231 b. [NASA]
TOI-1231 b. [NASA]

Selain itu, ada kemungkinan planet itu memiliki awan tinggi di atmosfernya serta bukti adanya air.

"Pengamatan di masa depan dari planet baru ini akan memungkinkan kita menentukan seberapa umum awan air terbentuk di sekitar planet beriklim sedang ini," kata Jennifer Burt, ilmuwan NASA, dikutip dari Independent, Kamis (10/6/2021).

Kepadatan rendah TOI-1231 b menunjukkan bahwa planet dikelilingi oleh atmosfer yang substansial.

Baca Juga: Facebook Siapkan Fitur di Instagram untuk Conten Creator dapat Uang

Namun, komposisi dan luasnya atmosfer masih tidak diketahui. TOI-1231 b dapat memiliki atmosfer hidrogen atau hidrogen-helium yang besar, atau atmosfer uap air yang lebih padat.

Masing-masing akan menunjukkan asal yang berbeda, memungkinkan para astronom memahami apakah dan bagaimana planet terbentuk secara berbeda di sekitar katai M jika dibandingkan dengan planet di sekitar Matahari.

Tim ilmuwan dapat mengetahui hal itu dengan menyelidiki apakah gas sedang meledak dan mencari bukti atom hidrogen dan helium.

Baca Juga: Berburu Planet Baru, NASA Kembangkan Teknologi AI Ini

 TOI-1231 b. [Instagram]
TOI-1231 b. [Instagram]

Tetapi, karena sistem planet-bintang ini bergerak cepat menjauh dari Bumi, para ahli berharap bisa melakukan penelitian tersebut. (Suara.com/Lintang Siltya Utami)

Berita Terkait
Berita Terkini

Melalui Yandex Cloud, Yandex Weather, dan Yandex School of Data Analytics (YSDA) berkolaborasi untuk mengintegrasikan ke...

sains | 12:33 WIB

Apa saja fitur canggih yang ada di CBR 150? Simak rinciannya di bawah ini....

sains | 12:12 WIB

Pertamina Foundation bersama Fakultas Kehutanan UGM telah melakukan kerja sama rehabilitasi hutan "Hutan Pertamina UGM"...

sains | 14:04 WIB

Dengan memanfaatkan algoritma AI, perusahaan ini berhasil membuka jalan bagi pengembangan obat terobosan potensial....

sains | 16:10 WIB

Objek ini punya suhu jauh lebih tinggi daripada matahari walaupun tak begitu terang. Objek apa gerangan?...

sains | 16:22 WIB