Sains

Pernah Hidup di Zaman Dinosaurus, Kura-kura Raksasa Ini Kembali Muncul

Sebelumnya, kura-kura ini telah dianggap punah lebih dari satu abad yang lalu.

Amelia Prisilia

Ilustrasi kura-kura. (Pixabay)
Ilustrasi kura-kura. (Pixabay)

Hitekno.com - Seekor kura-kura raksasa yang dianggap telah punah bertahun-tahun yang lalu, mendadak kembali muncul di Kepulauan Galapagos. Hidup di zaman dinosaurus, kehadiran kura-kura ini menimbulkan tanya dari ilmuwan dan publik.

Bukan hal baru, kura-kura raksasa ini rupanya pertama kali menunjukan dirinya pada tahun 2019 lalu di Kepulauan Galapagos. Setelah cukup lama, Ekuador kini mengkonfirmasi resmi bahwa kura-kura raksasa tersebut telah punah di masa lalu.

Dilansir dari The Guardian, kura-kura raksasa ini ditemukan dua tahun yang lalu di Pulau Fernandina. Penemuan kura-kura ini rupanya menjadi bagian dari ekpedisi gabungan taman nasional Galapagos dan Galapagos Conservancy.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan ilmuwan dari Universitas Yale, kura-kura raksasa ini masuk dalam spesies Chelonoidis Phantasticus. Sebelumnya, kura-kura ini telah dianggap punah lebih dari satu abad yang lalu.

Hasil studi mengenai kura-kura ini berdasarkan genetik dan perbandingan DNA dari masing-masing spesimen yang diekstraksi pada tahun 1906 yang lalu.

Ilustrasi kura-kura. (Pixabay)
Ilustrasi kura-kura. (Pixabay)

Kepulauan Galapagos menjadi sumber teori evolusi Charles Darwin di abad ke-19. Wajar saja jika daerah ini memiliki banyak jenis kura-kura yang hidup berbarengan dengan flamingo, albatros, burung kormoran dan lain-lain.

Sejak hasil penelitian ini diterbitkan, Menteri Lingkungan Hidup, Gustavo Manrique lalu mengumumkan secara resmi bahwa kura-kura raksasa tersebut telah diyakini punah lebih dari 100 tahun yang lalu.

Secara keseluruhan, populasi kura-kura raksasa di Kepulauan Galapagos bisa mencapai 60.000. Data ini berdasarkan penelitian yang dilakukan Taman Nasional Galapagos sebelumnya.

Penemuan besar mengenai kura-kura raksasa yang pernah hidup di zaman dinosaurus ini jelas menjadi sumber informasi para ilmuwan guna melakukan penelitian di masa mendatang.

Berita Terkait