Sains

Penuh Kontroversi, Artefak Kuno di Jerman Ini Diragukan Kebenarannya

Para ilmuwan secara khusus meragukan mengenai asal Nebra Sky Disk dan apa arti dari cakram ini.

Agung Pratnyawan | Amelia Prisilia

Ilustrasi arkeolog. (Shutterstock)
Ilustrasi arkeolog. (Shutterstock)

Hitekno.com - Artefak kuno paling terkenal dari Jerman, Nebra Sky Disk baru-baru ini kembali tuai kontroversi usai kebenarannya kembali diragukan. Berbagai pendapat lalu bermunculan mengenai cakram kuno ini.

Nebra Sky Disk diketahui merupakan cakram perunggu selebar 12 inci yang bertatahkan lingkaran emas dengan busur dan bulan sabit. Cakram ini pertama kali ditemukan pada tahun 1999 di dekat kota Nebra, Saxony-Anhalt Jerman.

Melansir dari Live Science, Nebra Sky Disk pada awalnya dikenal sebagai salah satu artefak kuno yang cukup membuat takjub siapa saja. Sayangnya, usai ditemukan, artefak ini justru penuh kontroversi.

Para ilmuwan secara khusus meragukan mengenai asal Nebra Sky Disk dan apa arti dari cakram ini. Beberapa ilmuwan bahkan menyebut bahwa cakram ini adalah palsu.

Padahal, berdasarkan tes ilmiah, artefak ini dipastikan sangat otentik karena berasal dari Zaman Perunggu pra-Celtic Eropa atau sekitar 3.800 tahun yang lalu.

Nebra Sky Disk. (Anagoria/CC BY 3.0)
Nebra Sky Disk. (Anagoria/CC BY 3.0)

 

Melihat jejaknya ini, Nebra Sky Disk dipercaya sebagai representasi langit tertua yang pernah ditemukan di dunia. Penemuan ini lalu dipercaya punya peranan penting untuk astronomi dan sejarah agama.

Namun, perdebatan mengenai asal mula Nebra Sky Disk ini tuai kontroversi. Beberapa ilmuwan berpendapat bahwa motif bulan purnama, bulan sabit, dan bintang-bintang ini biasanya terjadi di Zaman Besi pada 800 SM hingga 50 SM.

Arkeolog Universitas Munich Rupert Gebhard dan Rudiger Krause menyebut bahwa artefak ini justru tidak digali di Nebra dan kemungkinan berasal dadri 2.800 dan 2.050 tahun yang lalu.

Cukup menimbulkan kontroversi, kebenaran mengenai artefak kuno, Nebra Sky Disk memang masih perlu untuk diteliti. Pasalnya, perlu banyak penelitian mengenai kebenaran hal ini di masa mendatang.

Berita Terkait