Sains

Seukuran Babi, Hewan Purba Ini Alami Hibernasi Paling Awal

Hewan purba ini pernah hidup pada Trias Awal sekitar 250 juta lalu.

Agung Pratnyawan | Rezza Dwi Rachmanta

Ilustrasi model 3D Lystrosaurus. (YouTube/ Tyler Keillor)
Ilustrasi model 3D Lystrosaurus. (YouTube/ Tyler Keillor)

Hitekno.com - Berdasarkan penelitian terbaru, ilmuwan menemukan fosil hewan purba yang diyakini mengalami hibernasi paling awal. Penemuan yang dipublikasikan di jurnal Communications Biology, menunjukkan sisa-sisa fosil Lystrosaurus, kerabat jauh mamalia yang hidup di Antartika.

Studi anyar menunjukkan bahwa keadaan seperti hibernasi terdapat pada hewan yang hidup di Trias Awal sekitar 250 juta lalu.

Hibernasi adalah ciri umum di antara hewan yang tinggal di dekat atau di daerah kutub.

Mereka melakukan hal tersebut mengingat makanan cukup langka dan hewan itu harus menghemat tenaga untuk menciptakan kehangatan di musim dingin yang keras.

Saat hibernasi, hewan masuk ke keadaan dormansi di mana mereka benar-benar tidak aktif selama jangka waktu tertentu.

Ilustrasi Lystorsaurus saat mengalami hibernasi. (Press Release EurekAlert/ Crystal Shin)
Ilustrasi Lystorsaurus saat mengalami hibernasi. (Press Release EurekAlert/ Crystal Shin)

 

Ketika mereka "mati suri" atau keadaan seperti hibernasi, laju metabolisme hewan akan melambat, menurunkan suhu tubuh sehingga kebutuhan energi semakin kecil.

Bukti fosil baru ini menunjukkan bahwa beberapa jenis keadaan "mati suri" muncul pada vertebrata jauh sebelum mamalia dan dinosaurus berevolusi.

Lystrosaurus hidup tepat sebelum peristiwa kepunahan terbesar di Bumi pada akhir Periode Permian, yang menyebabkan hilangnya 70 persen spesies vertebrata planet ini.

Dilansir dari ILFScience, seekor penjelajah kecil dan gempal, tersebar di satu benua Pangea, yang terdiri dari semua benua di Bumi termasuk Antartika.

Ilustrasi model 3D Lystrosaurus. (YouTube/ Tyler Keillor)
Ilustrasi model 3D Lystrosaurus. (YouTube/ Tyler Keillor)

 

Sisa-sisa mereka telah ditemukan di India, China, Rusia, sebagian Afrika, dan Antartika.

Bukti fosil mengungkapkan bahwa sebagian besar dari mereka seukuran babi. Namun terdapat beberapa yang memiliki panjang 1,8 hingga 2,4 meter.

Lystrosaurus tidak memiliki gigi melainkan sepasang gading besar, yang diduga para peneliti digunakan untuk mencari makan dan menggali untuk tumbuh-tumbuhan, akar, dan umbi-umbian di tanah.

Para peneliti mampu mengambil penampang melintang dari enam gading Lystrosaurus dari Antartika dan empat lainnya dari Afrika Selatan.

Gading dari Antartika sangat unik karena jaraknya dekat dengan cincin tebal yang menurut para peneliti mengindikasikan hewan itu meletakkan dentin lebih sedikit karena stres.

Menurut ilmuwan, itu cocok dengan tanda stres yang terlihat pada gigi hewan modern saat mereka hibernasi.

"Hewan berdarah dingin sering mematikan metabolisme mereka sepenuhnya selama musim yang sulit, tetapi banyak hewan endotermik atau 'berdarah panas' yang hibernasi sering mengaktifkan kembali metabolisme mereka selama periode hibernasi. Gading Lystrosaurus Antartika cocok dengan pola 'peristiwa pengaktifan kembali' metabolik kecil selama periode stres, yang paling mirip dengan hibernasi hewan berdarah panas saat ini," kata Megan Whitney peneliti utama dari Harvard University pada rilis resminya.

Penelitian ini sangat menarik mengingat ilmuwan dapat memahami lebih dalam mengenai hewan purba yang mengalami keadaan mirip hibernasi di masa awal.

Berita Terkait