Sains

Spesies Baru Kadal Buaya Ditemukan, Punya Kulit Gelap dengan Mata Lebar!

Baru ditemukan, spesies ini sudah terancam keberadaannya karena hilangnya habitat dan perburuan manusia.

Agung Pratnyawan | Rezza Dwi Rachmanta

Spesies baru kadal buaya, Tylototriton pasmansi obsti dan Tylototriton sparreboomi. (Jurnal ZooKeys/ Anh Van Pham)
Spesies baru kadal buaya, Tylototriton pasmansi obsti dan Tylototriton sparreboomi. (Jurnal ZooKeys/ Anh Van Pham)

Hitekno.com - Penelitian gabungan antara ilmuwan Jerman dan ilmuwan Vietnam berhasil menemukan dua spesies baru crocodile newt atau kadal buaya. Karena bentuknya unik, hewan yang termasuk pada genus ini mulai terancam keberadaannya.

Semua anggota dari genus Tylototriton alias kadal buaya atau kadal besar menarik perhatian pedagang hewan peliharaan eksotis dan penjual obat-obatan tradisional Tiongkok.

Karena terus diburu dan habitatnya juga berkurang drastis, IUCN Redlist memasukkan bebarapa spesies dari kadal buaya sebagai Near Threatened atau Mendekati Terancam Punah.

Dilaporkan dalam jurnal ZooKeys, tim peneliti Jerman dan Vietnam mempelajari sejumlah spesimen hewan yang dikumpulkan selama survei lapangan di dekat Sungai Da, atau Sungai Hitam, di Vietnam utara.

Berdasarkan perbandingan genetik dan morfologi, mereka menemukan dua spesies baru (Tylototriton pasmansi dan Tylototriton sparreboomi) dan satu subspesies (Tylototriton pasmansi obsti) yang belum pernah didokumentasikan oleh para ilmuwan sebelumnya.

Spesies baru kadal buaya,Tylototriton pasmansi. (Jurnal ZooKeys/ Tylototriton sparreboomi)
Spesies baru kadal buaya,Tylototriton pasmansi. (Jurnal ZooKeys/ Tylototriton sparreboomi)

 

Berukuran hanya 12 hingga 15 sentimeter dari ekor ke moncong, ketiga anggota baru ini ditandai oleh kulitnya yang gelap dan mata yang lebar.

Sama seperti namanya, kadal buaya memiliki bentuk seperti kadal namun mempunyai punggung seperti buaya.

Para peneliti percaya bahwa kadal buaya telah terlihat sebelumnya tetapi sering keliru dengan kadal kulit hitam (Tylototriton asperrimus).

Ternyata, spesies ini sebenarnya hanya hidup di kantong Cina selatan.

Spesies baru kadal buaya,Tylototriton pasmansi. (Jurnal ZooKeys/ Cuong The Pham)
Spesies baru kadal buaya,Tylototriton pasmansi. (Jurnal ZooKeys/ Cuong The Pham)

 

Dikutip dari IFLScience, Tylototriton memiliki lebih dari 20 spesies yang tersebar di antara India timur laut dan Nepal hingga beberapa negara lain termasuk Thailand, Laos, Vietnam dan China bagian selatan.

Perkembangan baru ini mengindikasikan bahwa mereka mungkin lebih langka daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Meskipun penemuan spesies baru ini tampaknya merupakan kemenangan besar bagi keanekaragaman hayati, sebenarnya ini berarti kadal hitam besar sekarang terbagi menjadi beberapa kelompok kecil.

Struktur morfologi spesies baru kadal buaya,Tylototriton pasmansi. (Jurnal ZooKeys)
Struktur morfologi spesies baru kadal buaya,Tylototriton pasmansi. (Jurnal ZooKeys)

 

"Pemisahan taksonomi spesies tunggal yang tersebar luas menjadi beberapa taksa jarak-kecil memiliki implikasi penting bagi status konservasi spesies asli. Oleh karena itu, kami merekomendasikan penilaian ulang terhadap status T. asperrimus yang masih Near Threatened. Hal tersebut dilakukan untuk mencerminkan revisi taksonomi dan ancaman yang semakin parah dari perdagangan internasional dan hilangnya habitat," kata tim peneliti dalam pernyataan resminya.

Penelitian dan penemuan spesies baru kadal buaya membuat jumlah taksa kadal buaya dari Vietnam berjumlah menjadi tujuh.

Berita Terkait