Sains

Mengerikan! Hewan Laut Dalam Mengalami Mutasi Karena Ini

Hewan laut dalam menjadi berwarna hitam dan banyak tumor di tubuhnya.

Agung Pratnyawan | Rezza Dwi Rachmanta

Ilustrasi kepiting laut dalam. (Pixabay/ WikiImages)
Ilustrasi kepiting laut dalam. (Pixabay/ WikiImages)

Hitekno.com - Ilmuwan baru saja menemukan sebuah fakta mencengangkan mengenai mutasi hewan laut dalam. Terletak ribuan meter di bawah laut, hewan laut dalam mengalami mutasi karena tumpahan minyak pada kilang di atasnya.

Ilmuwan menerjunkan kendaraan robot bawah laut atau Remotely Operated Vehicle (ROV) ke dalam 6.000 kaki atau 1.828 meter bawah laut.

Mereka menyelidiki keadaan fauna bawah laut di sekitar Teluk Meksiko, sebuah daerah yang berada di perbatasan Amerika Serikat dan Meksiko.

Ilmuwan yang tergabung di dalam Louisiana University Marine Consortium (LUMCON) meneliti mengenai dampak tumpahan minyak dari lokasi kecelakaan Deepwater Horizon.

Pada tahun 2010, sekitar empat juta barel minyak menjadikan Teluk Meksiko mengalami "kiamat minyak".

Meski hampir 10 tahun berlalu, dampak tumpahan minyak ternyata masih berpengaruh di kehidupan laut dalam.

Penelitian mereka telah dipublikasikan di jurnal Royal Society Open Science yang bisa diakses secara gratis oleh publik.

Kepiting dan udang mengalami mutasi. (Lousiana Universities Marine Consortium)
Kepiting dan udang mengalami mutasi. (Lousiana Universities Marine Consortium)

 

Sangat mengejutkan, para peneliti menemukan bahwa banyak udang dan kepiting laut dalam mengalami mutasi.

Sebagian tubuh mereka ikut menjadi hitam, bahkan beberapa di antaranya menjadi bengkak.

Terdapat benjolan tumor, capit yang bengkak, dan beberapa bagian tubuh yang dilapisi dengan parasit.

Salju laut (marine snow) yang biasanya putih bahkan berubah menjadi hitam legam karena polusi tumpahan minyak.

Penelitian dilakukan di Teluk Meksiko. (Jurnal Royal Society Open Science)
Penelitian dilakukan di Teluk Meksiko. (Jurnal Royal Society Open Science)

 

Dikutip dari Futurism, Clifton Nunnally, seorang peneliti dari Louisiana University Marine Consortium, menjelaskan bahwa tumpahan minyak ternyata dapat menarik perhatian fauna laut dalam.

"Susunan kimiawi minyak mirip dengan minyak yang ada secara alami pada krustasea. Mereka tertarik ke lokasi minyak, tetapi semuanya menjadi buruk bagi mereka begitu mereka berada di daerah itu," kata Nunnally.

Kepiting biasanya mempunyai lima pasang kaki sehingga jumlah kakinya ada 10.

Namun kepiting yang mengalami mutasi justru kebanyakan mengalami kehilangan pada kakinya.

Beberapa di antaranya mempunyai 8 kaki bahkan ada yang hanya mempunyai 4 hingga 5 kaki.

Kepiting di bawah Teluk Meksiko mengalami mutasi dan terdapat tumor di bagian tubuhnya. (Lousiana Universities Marine Consortium)
Kepiting di bawah Teluk Meksiko mengalami mutasi dan terdapat tumor di bagian tubuhnya. (Lousiana Universities Marine Consortium)

 

Sebagian udang memiliki punuk kecil di punggungnya. Peneliti memprediksi bahwa itu adalah tumor yang ada di bagian tubuh hewan.

Penelitian mengenai hewan laut dalam yang mengalami mutasi ini sangat penting mengingat tumpahan minyak ternyata dapat merusak dan merugikan fauna laut dalam jangka panjang.

Berita Terkait