Sains

Sudah Mendayung Sejauh 4.750 Kilometer, Malah Ketemu Sampah Plastik di Laut

Sampah plastik yang ditemukan di tengah laut berupa kemasan snack buangan manusia.

Agung Pratnyawan | Rezza Dwi Rachmanta

Antonio saat mendayung pada hari ke 59 dan menemukan banyak sampah plastik. (Facebook/ Antonio de la Rosa)
Antonio saat mendayung pada hari ke 59 dan menemukan banyak sampah plastik. (Facebook/ Antonio de la Rosa)

Hitekno.com - Sampah plastik menjadi isu internasional yang tidak pernah berhenti. Seorang atlet asal Spanyol berhasil mendayung sejauh 2.951 mil atau 4.750 kilometer di laut namun tetap menemukan sampah plastik.

Ia melakukannya dalam waktu 76 hari menggunakan paddleboard yang ditenagai panel surya dan dilengkapi GPS.

Perjalanan panjangnya dimulai dari San Fransisco, California ke Oahu, Hawaii Amerika Serikat.

Pria bernama Antonio de la Rosa (50) melintasi Samudra Pasifik seorang diri tanpa ditemani dengan kapal besar pendukung.

Ia berangkat pada 9 Juni 2019 dan terus mengabari keadaannya melalui akun Facebook miliknya.

Kamu bisa mengunjungi akun Facebook miliknya di link ini sehingga kamu bisa tahu perjalanan 76 harinya di laut.

Antonio mendayung dan mengayuh hingga 10 jam sehari di atas paddleboard yang dirancang khusus.

"Kapal mini" miliknya dilengkapi dengan area tidur dan sistem desalinisasi untuk air minum.

Ia mengatakan bahwa dia merasa miris karena terus melihat jaring ikan dan puing-puing plastik setiap hari di dalam perjalanannya.

Paddleboard yang dimiliki oleh Antonio de la Rosa dalam menjelajahi ribuan kilometer lautan. (Facebook/ Antonio de la Rosa)
Paddleboard yang dimiliki oleh Antonio de la Rosa dalam menjelajahi ribuan kilometer lautan. (Facebook/ Antonio de la Rosa)

 

"Saya terus melihat setiap hari beberapa kemasan plastik dan sisa jala ikan. Meskipun tidak banyak, tidak ada hari di mana saya tidak menemukan beberapa plastik mengambang. Kita perlu mengubah hal itu sesegera mungkin," kata Antonio dalam postingan Facebook miliknya di tanggal 07 Agustus 2019.

Dikutip dari Independent, Antonio mengemas makanan beku-kering yang mampu menjaganya tetap hidup selama 3 bulan.

Kapalnya yang sepanjang 7 meter dapat menyimpan 680 kilogram bahan-bahan untuk menunjang kehidupannya di lautan.

Setelah tiba di Hawaii pada 27 Agustus 2019, ia merasa puas dan menceritakan semua pengalamannya.

Antonia bercerita bahwa ia pernah tertiup badai ke selatan, namun ia bersikeras untuk melawannya.

"Ombak besar mengguncang perahu kecil saya seolah-olah itu adalah mesin cuci, malam tanpa tidur, panas, dan kadang lembab sekali. Tetapi saya di sini, saya telah berhasil, saya hampir tidak percaya," kata Antonio kepada Hawaii News Now.

Atas sampah plastik yang ditemukan pada ribuan kilometer di lautan lepas, perjalanan Antonio de la Rosa menginspirasi dan membawa pesan agar kita bisa lebih bijak dalam mengelola sampah.

Berita Terkait