Sains

Dijual Rp 14,1 Juta Per Kilo, "Badak Bawah Laut" Semakin Langka

Badak bawah laut ternyata dapat tumbuh hingga mencapai berat ratusan kilogram sehingga diburu secara ilegal.

Dinar Surya Oktarini | Rezza Dwi Rachmanta

Salah satu guitarfish atau badak bawah laut. (Wikipedia/ Jot Power)
Salah satu guitarfish atau badak bawah laut. (Wikipedia/ Jot Power)

Hitekno.com - Ilmuwan sekaligus ahli konservasi menyatakan bahwa manusia mempunyai kesempatan terakhir untuk menyelamatkan "badak bawah laut". Salah satu spesies hiu yang mendapatkan julukan "rhino rays" atau "pari badak bawah laut" berada pada kondisi yang sangat memprihatinkan.

Wildlife Conservation Society menyatakan bahwa sekitar 100 juta hiu telah dibunuh setiap tahun untuk diambil sirip dan dagingnya.

Pembantaian di atas termasuk hiu mako dan pari badak bawah laut yang sebelumnya sudah terbatas keberadaannya.

Wedgefish dan guitarfish secara kolektif dikenal sebagai pari badak bawah laut, karena terkenal memiliki moncong yang memanjang.

IUCN Redlist bahkan sudah memasukkan giant guitarfish atau Rhynchobatus djiddensis dalam klasifikasi Critically Endangered atau hewan yang Terancam Punah.

Giant guitarfish atau Rhynchobatus djiddensis. (Wikipedia/ Peter Giger)
Giant guitarfish atau Rhynchobatus djiddensis. (Wikipedia/ Peter Giger)

 

Luke Warwick, perwakilan dari Wildlife Conservation Society menyatakan bahwa sekarang adalah kesempatan terakhir manusia untuk menyelamatkan hewan tersebut.

"Dengan penelitian baru yang dikumpulkan sebulan yang lalu, pada wedgefish dan guitarfish, jelas ini adalah kesempatan terakhir bagi mereka," kata Luke Warwick dikutip dari BBC News.

Sirip pari badak bawah laut bernilai hingga 1.000 dolar AS atau Rp 14,1 juta per kilonya.

Itu menjadikan mereka masuk sebagai salah satu spesies paling bernilai dalam perdagangan sirip hiu.

Seekor Rhynchobatus djiddensis dapat mencapai panjang hingga 3,1 meter dengan berat 227 kilogram.

Ilustrasi hiu mako. (Wikipedia/ Spotty11222)
Ilustrasi hiu mako. (Wikipedia/ Spotty11222)

 

Mereka dapat ditemukan di Laut Merah dan Teluk Persia, dan Samudra Hindia bagian barat.

Sementara spesies wedgefish kebanyakan dapat ditemukan di wilayah Indo-Pasifik.

Hewan yang terancam punah kedua sebagai akibat dari masifnya pembantaian hiu, adalah spesies hiu mako.

Mereka dikenal sebagai hiu tercepat di dunia dengan kecepatan lesatan hingga 68 kilometer per jam.

Hiu mako dan hiu pari badak bawah laut adalah hewan favorit bagi pemburu hiu ilegal karena daging dan sirip mereka sangat mahal.

Berita Terkait