Sains

Meski Memesona, Kumpulan Organisme Biru Ini Ternyata Mematikan

Noctiluca scintillans atau kilau laut sangat mematikan bagi ekosistem di sekitarnya.

Agung Pratnyawan | Rezza Dwi Rachmanta

Penampakan Noctiluca scintillans di pantai Taiwan (YouTube/ AGU)
Penampakan Noctiluca scintillans di pantai Taiwan (YouTube/ AGU)

Hitekno.com - Pada salah satu sudut pantai di Kepulauan Matsu, Taiwan, terdapat sebuah pemandangan yang sering disebut sebagai "blue tears" atau "air mata biru". Meski memesona, organisme berwarna biru atau kilau laut di pantai Taiwan tersebut ternyata juga dapat mematikan dan membahayakan.

Organisme itu disebut dengan Noctiluca scintillans (NS) atau dikenal sebagai sea sparkle (kilau laut).

Noctiluca scintillans adalah makhluk sejenis dinoflagelata yang memiliki kemampuan bioluminescence (mengeluarkan cahaya secara alami).

Berkat kemampuannya tersebut, NS akan membuat suasana pantai menjadi sangat romantis.

Namun tunggu dulu, organisme kilau laut ini ternyata dapat mematikan.

Penampakan Noctiluca scintillans dilihat dari jauh. (YouTube/ AGU)
Penampakan Noctiluca scintillans dilihat dari jauh. (YouTube/ AGU)

 

Efek mematikan tersebut bukan untuk manusia, namun lebih kepada hewan laut lainnya.

Awalnya, ilmuwan telah melacak keberadaan NS yang bertambah melimpah menggunakan bantuan satelit dari NASA.

Meski nampak indah, keberadaan NS ternyata dapat membahayakan ekosistem laut jika populasinya tumbuh tak terkendali.

"Noctiluca scintillans sendiri tidak beracun atau menghasilkan racun. Namun pada konsentrasi tinggi, mereka dapat menghalangi sinar Matahari, menguras oksigen, atau melepaskan amonia. Hal itu dapat menciptakan kondisi lingkungan yang tidak bersahabat bagi hewan laut," komentar Chuanmin Hu, seorang peneliti dari University of South Florida.

Peneliti mengungkapkan bahwa kemampuan hidup NS di pantai Taiwan mengalami kekebalan adaptasi yang meningkat.

Hasilnya menunjukkan bahwa makhluk itu dapat hidup di perairan dengan suhu sekitar 28 derajat Celcius.

Terdapat peningkatan 2 hingga 8 derajat Celcius dari perkiraan sebelumnya.

Dikutip dari IFLScience, pada rekaman penelitian di tahun 2017, NS terlihat bermekaran secara penuh dan dapat bertahan dari pertengahan April hingga Juli.

Gambar yang diambil dari satelit ketika NS bermekaran. (NASA)
Gambar yang diambil dari satelit ketika NS bermekaran. (NASA)

 

Peneliti mencurigai bahwa kemampuan NS yang meningkat ada hubungannya dengan perubahan iklim serta aktivitas manusia di sekitarnya.

Peningkatan kilau laut sebenarnya berimbas baik bagi pariwisata Taiwan.

Namun bak pisau bermata dua, NS justru dapat membahayakan bahkan bisa membunuh hewan laut di sekitarnya.

Penelitian tentang semakin masifnya kilau laut atau Noctiluca scintillans di pantai Taiwan telah diterbitkan di jurnal Geophysical Research.

Berita Terkait