Sains

Arkeolog Temukan Topeng Emas Berusia 3.000 Tahun di China, Jadi Jimat untuk Jaga Arwah?

Topeng emas ini pertama kali ditemukan di Zhengzhou, China.

Amelia Prisilia

Ilustrasi arkeolog. (Shutterstock)
Ilustrasi arkeolog. (Shutterstock)

Hitekno.com - Topeng emas berusia 3.000 tahun di makam seorang bangsawan kuno di China berhasil ditemukan oleh para arkeolog. Penemuan tidak biasa ini lalu mengungkap fakta mengejutkan mengenai fungsi topeng emas tersebut.

Berbeda dari harta karun peninggalan masa lalu lainnya yang biasa dibuat dari bahan perunggu atau batu giok, topeng ini justru terbuat dari bahan emas. Tidak heran jika penemuan ini menjadi benda emas tertua yang pernah ditemukan di China.

Melansir dari Live Science, topeng emas ini pertama kali ditemukan di Zhengzhou, China. Topeng tersebut memiliki panjang 7,2 inci dan lebar 5,7 inci yang cukup besar untuk menutupi seluruh wajah orang dewasa.

Arkeolog dari Institut Warisan Budaya dan Arkeologi Zhengzhou, Huang Fucheng menyebut bahwa topeng emas ini memiliki berat sekitar 1,4 ons atau sekitar 40 gram.

Berdasarkan penelitian, topeng emas ini menjadi simbol bahwa sosok almarhum ini memiliki 'tubuh emas yang tidak dapat binasa'. Keberadaan topeng emas di makam ini dipercaya menjadi jimat untuk menjaga arwah orang meninggal ini tetap utuh.

Topeng emas berusia 3.000 tahun. (China News Service via Live Science)
Topeng emas berusia 3.000 tahun. (China News Service via Live Science)

Diteliti secara menyeluruh, makam tersebut dipercaya berasal dari Dinasti Shang yang memerintah di lembah Sungai Kuning sekitar 1600 SM hingga 1046 SM. Di makam tersebut ditemukan berbagai benda-benda termasuk belati, kapak hingga wadah anggur.

Penelitian lebih lanjut masih perlu untuk dilakukan. Pasalnya, para arkeolog berusaha untuk memahami apakah topeng emas di makam Zhengzhou ini jauh lebih tua dari topeng Shang yang ditemukan beberapa waktu yang lalu atau tidak.

Berita Terkait