Sains

NASA Larang Kontennya untuk Dijadikan Sebagai NFT, Kenapa?

NASA secara tegas melarang foto, video, rekaman suara, bahkan sampai logo miliknya dijadikan NFT.

Agung Pratnyawan

Logo NASA. (Shutterstock)
Logo NASA. (Shutterstock)

Hitekno.com - Non fungible token (NFT) tengah menjadi tren, banyak yang mulai menggemarinya. Namun tidak dengan NASA.

Badan antariksa Amerika Serikat ini memperingatkan kalau konten dan apa yang dimilikinya tidak boleh dijadikan koleksi pribadi maupun dilelang dalam bentuk NFT.

Segala sesuatu yang berhubungan dengan NASA seperti logo, foto, rekaman audio, video klip, dan file tidak boleh digunakan dalam tujuan komersial. 

Termasuk untuk dijadikan sebagai NFT dan dilelang.

"NASA menyediakan foto dan videonya untuk tujuan pendidikan dan informasi sesuai pedoman yang berlaku," kata NASA, dikutip dari NDTV, Jumat (28/1/2022).

Ilustrasi NFT. (OpenSea)
Ilustrasi NFT. (OpenSea)

NFT adalah koleksi digital berbentuk video klip, avatar game, atau karya seni digital lain yang tidak dapat ditukarkan.

NFT memiliki nilai otentik, yang menjadikan si pemilik menyimpan satu-satunya aset digital tersebut.

"NASA tidak ingin fotonya digunakan untuk tujuan tersebut," sambungnya.

Sikap NASA terhadap NFT dan metaverse ini mungkin dipicu kejadian beberapa waktu lalu.

Oktober 2021, muncul sebuah proyek metaverse bernama Mars4 yang berbasis Ethereum.

Diketahui lahan virtual ini dibangun berdasarkan peta tiga dimensi (3D) Planet Mars yang dimiliki NASA.

NASA sendiri belum mengkonfirmasi pihaknya terlibat dalam proyek metaverse itu.

Dengan munculnya klarifikasi ini, NASA telah memutuskan untuk menjauhkan semua kontennya dari sektor NFT ataupun metaverse.

Itulah keputusan NASA untuk melarang konten-konten seperti foto antariksa miliknya dijadikan NFT. (Suara.com/ Dicky Prastya).

Berita Terkait