Sains

Sempat Tertunda, NASA Optimis dengan Misi Pengiriman Manusia ke Bulan

Inilah penyebab NASA sampai menunda rencana peluncuran misi manusia ke Bulan.

Agung Pratnyawan

Logo NASA. (Shutterstock)
Logo NASA. (Shutterstock)

Hitekno.com - Misi ke Bulan yang direncanakan NASA telah diumumkan penundaannya. Meski diundur, namun badan antariksa Amerika Serikat ini masih optimis pada kelancarannya.

Meski tertunda, petinggi NASA mengumumkan kalau misi pengiriman manusia ke Bulan ini masih bisa berjalan di masa depan.

Pernyataan itu disampaikan oleh Administrator NASA Bill Nelson pada 24 Agustus dalam Simposium Luar Angkasa tahunan ke-36.

Misi pendaratan manusia ke Bulan yang disebut Artemis ini memiliki lebih banyak hambatan, termasuk penundaan dan masalah pada pakaian antariksa baru.

Terlepas dari kendala itu semua, Nelson mendorong perkembangan dengan kecepatan penuh dalam misi Bulan.

Menurutnya, Covid-19 juga telah menyebabkan gangguan hingga penundaan misi pengiriman manusia ke Bulan ini.

"Tapi ingat kembali apa yang dikatakan Presiden John F. Kennedy, kami memilih untuk pergi ke bulan dalam dekade ini bukan karena itu mudah, tetapi karena itu sulit. Kita bisa melakukan hal-hal sulit tersebut," kata Nelson, dikutip dari Space.com, Kamis (26/8/2021).

Ilustrasi Supermoon atau Bulan Purnama. (Pixabay)
Ilustrasi Supermoon atau Bulan Purnama. (Pixabay)

Terkait dengan pakaian luar angkasa baru, Kantor Inspektur Jenderal (OIG) NASA menemukan bahwa tidak dapat memenuhi memproduksi yang generasi berikutnya, disebut Exploration Extravehicular Mobility Unit (xEMU) tepat waktu, untuk digunakan para astronot yang akan pergi ke Bulan.

Salah satu kendala lainnya yang menjadi hambatan NASA adalah gugatan federal dari Blue Origin yang mengharuskan NASA menghentikan semua pekerjaan, terkait pengembangan pendarat Bulan yang disebut Sistem Pendaratan Manusia (HLS).

Agensi tersebut juga memiliki satu kendala besar dalam upayanya untuk memenuhi tujuan peluncuran misi Bulan pada 2024.

Seperti yang telah dijelaskan Nelson, pandemi juga menyebabkan keterlambatan pasokan. Tetapi Nelson mengatakan ia tetap optimis bahwa NASA dapat memenuhi tantangan ini.

Kita nantika sana sampai NASA kembali meluncurkan misi pengiriman manusia ke Bulan mendatang. (Suara.com/ Lintang Siltya Utami).

Berita Terkait