Sains

Tianwen-1, Penjelajah Mars China Berhasil Manuver Orbital

Bukan cuma NASA, China juga melakukan penjelajahan ke Mars.

Agung Pratnyawan

Roket China, Tianwen-1. (YouTube/ China News Service)
Roket China, Tianwen-1. (YouTube/ China News Service)

Hitekno.com - Penjelajahan ke Mars tidak hanya didominasi Amerika Serikat dengan NASA, namun juga negara lain. Termasuk China yang sudah meluncurkan Tianwen-1 untuk meneliti planet merah ini.

Wahana penjelajah Mars China, Tianwen-1 telah diluncurkan 23 Juli lalu untuk menjalani perjalanan ke planet merah tersebut.

Kabar paling baru, Tianwen-1 telah berhasil melakukan manuver orbital atau deep space pada Jumat (9/10) malam waktu Beijing, China.

Kabar ini disampaikan oleh Administrasi Luar Angkasa Nasional China yang menyampaikan perkembangan wahana penjelajah tersebut dalam perjalanan ke Mars.

Sebagaimana melansir laman Xinhua, Sabtu (10/10/2020), wahana tersebut menyelesaikan manuver pada pukul 23.00, setelah mesin utamanya bekerja selama lebih dari 480 detik.

Foto selfie Tianwen-1, pesawaat antariksa China yang sedang dalam perjalanan menuju Mars. [Dok CNSA]
Foto selfie Tianwen-1, pesawaat antariksa China yang sedang dalam perjalanan menuju Mars. [Dok CNSA]

 

Manuver orbital itu dilakukan pada jarak 29,4 juta km dari Bumi, yang bertujuan untuk membantu mencapai titik pertemuan dengan Mars.

Ke depannya, Tianwen-1 akan melakukan perjalanan di sepanjang orbit transfer Bumi-Mars selama sekitar empat bulan dan menyelesaikan dua atau tiga koreksi orbital pada pertengahan jalur.

China meluncurkan wahana Mars tersebut pada 23 Juli lalu. Tianwen-1 dirancang untuk menyelesaikan pengorbitan, pendaratan dan penjelajahan dalam satu misi. Wahana ini akan mencapai planet merah sekitar Februari 2021.

Tianwen-1 berhasil menangkap citra Bumi dan Bulan serta menyelesaikan koreksi orbital pada pertengahan jalur sebanyak dua kali, serta pemeriksaan mandiri pada beberapa muatan.

Wahana penjelajah Mars ini sebagai bukti teknologi antariksa China yang mulai berkembang pesat. Tidak hanya NASA yang mendominasi luar angkasa. (Suara.com/ Dythia Novianty).

Berita Terkait