Sains

Disebut "Tanaman Vampir", Langsdorffia Punya Karakter Unik

Langsdorffia punya karakter unik yaitu menghisap nutrisi tumbuhan lain hingga membunuh mereka.

Agung Pratnyawan | Rezza Dwi Rachmanta

Langsdorffia atau tanaman vampir. (onlinelibrary.wiley.com)
Langsdorffia atau tanaman vampir. (onlinelibrary.wiley.com)

Hitekno.com - Memiliki warna merah yang cukup mencolok dan menyala di hutan terpencil, spesies unik satu ini dijuluki "tanaman vampir". Bukan menghisap darah, namun tanaman tersebut dijuluki vampir karena menyedot nutrisi tumbuhan di sekitarnya.

Langsdorffia, atau "tanaman vampir", hidup di hutan dan sabana di Amerika Tengah dan Selatan, Madagaskar, dan New Guinea.

Mereka menghasilkan bunga merah cerah yang menandai tempat makan tumbuhan tersebut.

Saat ini, empat spesies Langsdorffia berbeda diketahui merupakan jenis tumbuhan holoparasit.

Itu artinya mereka tidak berfotosintesis sendiri. Sebaliknya "tanaman vampir" menggunakan pengisap seperti tentakel bawah tanah untuk mengambil nutrisi dari akar milik spesies tumbuhan yang berbeda.

Bentuk bunga dari Langsdorffia atau tanaman vampir. (onlinelibrary.wiley.com)
Bentuk bunga dari Langsdorffia atau tanaman vampir. (onlinelibrary.wiley.com)

 

Langsdorffia hanya mengandalkan inang mereka untuk bertahan hidup. Kurangnya klorofil menyebabkan bunga Langsdorffia mempunyai warna merah darah.

Warna itu bahkan terlihat seperti sesuatu yang berasal dari kedalaman laut, bukan dari dasar hutan.

Kabar baik, mereka perlahan-lahan akan menyedot nutrisi tanaman lain dan tidak membahayakan bagi manusia.

Langsdorffia atau tanaman vampir. (onlinelibrary.wiley.com)
Langsdorffia atau tanaman vampir. (onlinelibrary.wiley.com)

 

Mekarnya bunga Langsdorffia biasanya akan menyertai kematian tanaman lain di daerah sekitarnya.

Dilansir dari IFLScience, efek tanaman pada ekosistem di sekitarnya masih sedikit diketahui oleh ilmuwan.

Hal itu disebabkan karena Langsdorffia sangat langka, serta hanya ditemukan di lokasi terpencil dan hanya mekar dalam kondisi kering.

Dr Chris Thorogood dari Departemen Ilmu Tanaman di Oxford University Botanic Garden percaya bahwa tumbuhan parasit ini harus dimasukkan ke dalam koleksi tanaman lokal untuk memperluas pemahaman kita tentang ekologi mereka.

Langsdorffia atau tanaman vampir. (Wikipedia/ Fabio Junio Santos Fonseca)
Langsdorffia atau tanaman vampir. (Wikipedia/ Fabio Junio Santos Fonseca)

 

"Langsdorffia, seperti tumbuhan parasit lainnya, kurang terwakili dalam koleksi taman botani, dan harus menjadi kandidat untuk penelitian lebih lanjut dan fokus konservasi," tulis Thorogood dan rekannya Jean Carlos Santos dalam Wiley Online Library: Plants, People, Planet.

Untuk membantu penyerbukan, Langsdorffia mengeluarkan nektar manis untuk menarik berbagai burung dan serangga agar berpesta dengan "nubbins" mereka.

Meski langka, drakula hutan kecil ini menampilkan keanekaragaman tumbuhan yang menakjubkan. Ilmuwan menyoroti pentingnya konservasi dan pemeliharaan hutan di sekitar tanaman vampir atau Langsdorffia agar keberadaan mereka tetap terjaga.

Berita Terkait