Sains

Bakal Diangkut Roket SpaceX, Satelit Satria Ditargerkan Meluncur 2023

Menkominfo menyampaikan, peluncuran satelit tersebut berkaitan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan pembangunan infrastruktur jaringan.

Agung Pratnyawan

Ilustrasi logo SpaceX. (YouTube/ SpaceX)
Ilustrasi logo SpaceX. (YouTube/ SpaceX)

Hitekno.com - Satelit Republik Indonesia atau dikenal dengan nama Satria dijdawlkan bakal meluncur pada 2023 mendatang. Untuk peluncuran Satelit Satria ini, akan mengandalkan roket SpaceX.

Perusahaan transportasi luar angkasa yang dikepalai Elon Musk tersebut telah resmi digandeng untuk peluncuran Satelit Satria.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate mengatakan peluncuran satelit tersebut berkaitan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan pembangunan infrastruktur di jaringan tahap tengah, middle mile.

"Di tahun 2023 nanti, kita harapkan Indonesia akan meluncurkan satelit multifungsi, High Throuput Satellite, Satria, untuk melengkapi 5 satelit nasional dan 4 satelit asing yang saat ini digunakan," ujar Plate dalam seminar online Mendorong Akselerasi Transformasi Digital yang digelar, Senin (20/7/2020).

Lebih lanjut, Plate mengatakan, satelit ini diharapkan dapat menjangkau setidaknya sekitar 150.000 titik layanan publik yang saat ini belum memiliki atau belum mendapatkan akses internet yang belum memadai.

Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Anang Latif, mengatakan bahwa dalam peluncurannya nanti satelit Satria akan menggunakan roket peluncur dari SpaceX.

"Karena ini satelit, memilih juga pabrikan untuk satelit peluncurnya, menggunakan satelit SpaceX, perusahaan satelit milik Elon Musk," ujar Anang, dalam kesempatan yang sama.

Logo SpaceX. [Shutterstock]
Logo SpaceX. [Shutterstock]

 

Selain itu, Anang mengatakan telah menggandeng mitra untuk pabrikan satelit Satria, yaitu perusahaan yang bergerak di bidang industri kendaraan antariksa asal Prancis, Thales Alenia Space.

Lebih jauh, Anang menjelaskan bahwa satelit Satria menggunakan konsep Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), di mana Kementerian Kominfo menunjuk mitra untuk mencarikan pendanaan. Skema ini berbeda dari proyek lainnya, yang mana negara menyiapkan pembiayaannya.

Pendanaan satelit Satria berasal dari Prancis dan China, masing-masing 50 persen. Pembahasan soal pendanaan dengan kedua negara tersebut, menurut Anang, sempat tertunda karena pandemi COVID-19.

"Kini mulai berjalan lagi, jadi butuh beberapa round lagi untuk kemudian, khususnya Prancis, di-endorse oleh pemerintah Prancis, sehingga kemudian nanti administrasinya selesai," kata Anang.

"Harapannya di kuartal ketiga ini bisa selesai proses pembiayaannya," Anang menambahkan.

Itulah rencana peluncuran satelit Satria yang akan dibawa roket SpaceX 2023 mendatang. (Suara.com/ Liberty Jemadu).

Berita Terkait