Sains

Kenapa Pencet Bubble Wrap Bikin Nagih? Ini Penjelasannya

Apakah kamu juga gemar pencet bubble wrap?

Agung Pratnyawan

Ilustrasi bubble wrap. (Pexels)
Ilustrasi bubble wrap. (Pexels)

Hitekno.com - Bubble wrap banyak digunakan sebagai pengaman barang dalam paket agar tidak mengalami kerusakan saat pengiriman. Namun pernahkan kamu merasakan sensasi memcahkan gelembung-gelembung kecil di bubble wrap ini?

Tidak orang yang menjadi ketagihan pencet bubble wrap, bahkan ada yang menganggapnya dalat menguragi stres. Kenapa bisa begitu ya? Ternyata ada penjelasan ilmiah dari harl ini lho.

Dilansir dari The Cut, memencet bubble wrap sangat memuaskan karena mampu melepaskan ketegangan otot yang membantu mengurangi perasaan stres.

"Kapan pun Anda melepaskan tekanan, baik secara nyata atau simulasi, otak kita menerima peningkatan senyawa kimia dopamin dan norepineprin yang membuat kita merasa senang," ujar Stephanie Sarkis, seorang terapis.

Meski terdengar remeh, rupanya ada penelitian tentang kepuasan memencet bubble wrap ini. Kathleen M. Dillon yang sekarang menjadi profesor psikologi di Western New England College pernah menerbitkan sebuah studi di jurnal Psychological Reports pada awal 1990an.

Dillon membela penyelidikannya dengan beberapa bobot mengejutkan, ia mengutip sebuah buku tebal tahun 1970-an tentang kekuatan sentuhan yang menenangkan.

"Di Yunani kuno itu adalah sebuah adat, banyak ditemukan juga di wilayah Asia, untuk membawa batu halus, atau amber, atau batu giok yang kadang-kadang disebut 'fingering piece.' yang berfungsi untuk menghasilkan efek ketenangan." ungkapnya.

Ilustrasi bubble wrap. (Pexels)
Ilustrasi bubble wrap. (Pexels)

 

Dillon menambahkan menjaga tangan tetap sibuk dengan proyek-proyek kecil seperti menjahit memberi efek relaxing. Nah, memencet bubble wrap punya efek yang sama.

Dan memang, penelitian Dillon benar-benar menunjukkan mahasiswa yang harus mengambil dua lembar bubble wrap merasa lebih tenang dan lebih segar setelah selesai daripada sebelum mereka memulainya.

Mereka juga melaporkan tingkat ketenangan dan kewaspadaan yang lebih tinggi daripada kelompok yang tidak diberikan kesempatan memencet bubble wrap.

Meminjam dari teori-teori Robert E. Thayer, seorang psikolog yang mempelajari penjelasan biologis untuk suasana hati, ia berspekulasi bahwa itu berkaitan dengan respons manusia yang sangat alami terhadap stres.

Penjelasannya, ketika orang-orang gugup atau stres biasanya akan membuat gerakan kecil seperti ketukan jari. Hal itu merupakan anxiolytic (pengurang rasa takut) alami yang membawa sebuah sensasi teratur di dalam diri.

Itulah penjeasan ilmiah kenapa memenceti bubble wrap bisa bikin nagih, bahkan melepas stres dan gugup. Apakah kamu suka pencet bubble wrap juga? (Dewiku.com/ Yasinta Rahmawati).

Berita Terkait