Sains

Penjelasan Ilmiah Mengenai Kebiasaan Mengingat Kenangan Buruk

Berdasarkan penelitian yang dilakukan, ingatan emosional biasanya lebih baik jika dibandingkan dengan ingatan non emosional.

Amelia Prisilia

Ilustrasi sedih. (pexels/Kat Jayne)
Ilustrasi sedih. (pexels/Kat Jayne)

Hitekno.com - Manusia pada umumnya kerap mengingat kenangan buruk yang terjadi di hidupnya jika dibandingkan dengan kenangan baik. Mengenai hal ini, para ilmuwan rupanya memiliki penjelasan ilmiah.

Kenangan buruk yang biasanya menghantui pikiran manusia biasanya mengenai patah hati, putus cinta, kehilangan orang tersayang atau bahkan mengenai kegagalan dalam kehidupan.

Efek buruk dari kemunculan kenangan ini biasanya cukup berpengaruh pada kehidupan orang tersebut. Apalagi kalau hal ini begitu mengganggu hingga membuat berbagai kegiatan lain menjadi terhambat.

Dilansir dari Science ABC, para ilmuwan rupanya memiliki penjelasan ilmiah mengenai kenangan buruk yang kerap sulit dilupakan oleh manusia.

Dalam penelitian yang dilakukan tahun 2006 lalu, peneliti Elizabeth Kensinger dari Universitas Boston dan Daniel Schacter dari Universitas Harvard mencoba memahami mengenai alasan manusia kerap mengingat kenangan buruk.

Ilustrasi orang bahagia. (Pixabay/ rawpixel)
Ilustrasi orang bahagia. (Pixabay/rawpixel)

 

Berdasarkan penelitian yang dilakukan, ingatan emosional biasanya lebih baik jika dibandingkan dengan ingatan non emosional. Sebagai informasi, struktur utama otak biasanya bertanggung jawab mengenai ingatan hipokampus.

Hipokampus sendiri merupakan struktur kecil di lobus temporal yang penting untuk ingatan jangka panjang. Ingatan yang berkaitan dengan emosional ini tidak hanya terkait hipokampus, namun juga mengenai amigdala dan daerah korteks prefrontal.

Amigdala sendiri adalah bagian korteks prefrontal yang terlibat dalam emosi dan perilaku sosial termasuk ingatan emosional manusia. Para ilmuwan percaya jika keterlibatan amigdala dan korteks prefrontal mempengaruhi ingatan emosional diambil.

Ilustrasi sedih. (pexels/Pluetoe)
Ilustrasi sedih. (pexels/Pluetoe)

 

Mengenai kenangan buruk yang kerap kali teringat, ilmuwan menyebut bahwa epinefrin dan kortisol dianggap mempengaruhi amigdala basolateral atau BLA yang mengarah pada ingatan tersebut.

Karena hal ini, amigdala menjadi begitu aktif mengirimkan sinyal yang terkait emosi kuat ke hipokampus. Efeknya, ingatan yang tersimpan biasanya adalah kenangan buruk yang berkaitan dengan emosi.

Kolaborasi amigdala dan korteks prefrontal membuat kenangan buruk menjadi lebih diingat oleh manusia jika dibandingkan dengan kenangan baik yang begitu berkesan.

Berita Terkait