Sains

Pertama Kalinya, Ilmuwan Bikin Garam Berbentuk Heksagonal

Para ilmuwan membuat garam alias natrium klorida (NaCl) dalam bentuk heksagonal.

Dinar Surya Oktarini

Ilustrasi garam. (Pixabay/Bru-nO)
Ilustrasi garam. (Pixabay/Bru-nO)

Hitekno.com - Ilmuwan berhasil membuat garam alias natrium klorida (NaCl) berbentuk heksagonal atau berbentuk segi enam. Meskipun garam ini tidak akan sampai di meja makan, namun pencapaian ilmiah baru ini mungkin dapat membantu dalam segala hal.

Ini adalah hal terbaru dari serangkaian penemuan, di mana para ilmuwan mampu mensintesis bahan-bahan 2D dengan struktur kristal yang tidak biasa. Sebagian dari pembatasan yang diberlakukan terhadap dua dimensi ini, memungkinkan terbentuknya struktur baru dan unik.

"Awalnya, kami memutuskan untuk hanya melakukan studi komputasi pembentukan struktur 2D baru pada substrat berbeda, didorong oleh hipotesis bahwa jika substrat berinteraksi kuat dengan film tipis NaCl. Kita dapat mengharapkan perubahan besar dalam struktur film tipis," ucap Kseniya Tikhomirova, ilmuwan material dari Institut Sains dan Teknologi Skolkovo (Skoltech) di Rusia, seperti dikutip dari Science Alert, Minggu (7/6/2020).

Awalnya, Tikhomirova dan rekannya menggunakan algoritme khusus yang disebut USPEX, untuk memprediksi struktur kristal berenergi rendah berdasarkan elemen kimia yang digunakan untuk membuatnya. Itu menyebabkan hipotesis tentang pembentukan struktur NaCl di atas lapisan berlian.

Untuk membuktikan hipotesis yang benar, serangkaian percobaan bertekanan tinggi dilakukan untuk membuat lapisan NaCl heksagonal dengan rata-rata ketebalan hanya 6 nanometer, lapisan yang diverifikasi dengan sinar-X dan pengukuran difraksi elektron. Setelah film NaCl lebih tebal dari sebelumnya, film kembali ke struktur kubik standar garam.

Ilustrasi garam. (Pixabay/katie175)
Ilustrasi garam. (Pixabay/katie175)

 

"Ini menunjukkan bahwa senyawa sederhana dan umum ini, yang tampaknya dipelajari dengan baik, menyembunyikan banyak fenomena menarik, terutama dalam skala nano," tambah Alexander Kvashnin, seorang ilmuwan material.

Penemuan ini mungkin berguna dalam diamond field-effect transistors (FET), yang dapat digunakan dalam berbagai elektronik bertenaga tinggi, termasuk kendaraan listrik dan perangkat telekomunikasi.

FET saat ini mengandalkan boron nitrida heksagonal, tetapi NaCl heksagonal cenderung meningkatkan stabilitas FET lebih jauh dan membuatnya lebih cocok untuk berbagai tujuan yang lebih luas.

Masih banyak penelitian lebih lanjut yang harus dilakukan di masa depan, tidak hanya dalam mengembangkan struktur NaCl heksagonal dan FET, tetapi juga memprediksi bagaimana struktur eksotis dapat dibentuk dari jenis senyawa lain. Penelitian ini telah dipublikasikan dalam Journal of Physical Chemistry Letters.(Suara.com/Lintang Siltya Utami)

Berita Terkait