Sains

Berumur Ribuan Tahun, Kuil Yahudi Kuno Ini Menyimpan "Ritual Ganja"

Ganja yang dicampur dengan kotoran hewan ini dijadikan ritual pemujaan pada ribuan tahun lalu.

Dinar Surya Oktarini | Rezza Dwi Rachmanta

Ilustrasi ganja. (Pixabay/ bulkbuddy1)
Ilustrasi ganja. (Pixabay/ bulkbuddy1)

Hitekno.com - Para arkeolog di Israel berhasil mendeteksi jejak-jejak penggunaan ganja pada altar berusia 2.700 tahun di sebuah kuil Yahudi Kuno. Residu ganja pada artefak dari kuil kuno di Israel memberikan bukti pertama tentang penggunaan halusinogenik dalam agama Yahudi Kuno.

Dalam sebuah makalah penelitian, ilmuwan mengatakan bahwa penemuan dari kuil abad ke-8 SM di Tel Arad menawarkan bukti pertama penggunaan zat yang mengubah pikiran sebagai bagian dari ritual pemujaan.

Penelitian mengenai "ritual ganja" kuno ini telah diterbitkan di Journal of the Institute of Archaeology of Tel Aviv University.

Arkeolog menemukan bahwa bangsa Israel Kuno membakar ganja yang dicampur dengan kotoran hewan selama upacara ritual.

Dengan menambahkan kotoran hewan, para penyembah bisa membakar ganja dalam suhu rendah.

Ilustrasi ganja. (Pixabay/ David Cardinez)
Ilustrasi ganja. (Pixabay/ David Cardinez)

 

Altar yang membawa jejak residu ganja ditemukan pada tahun 1960 di situs arkeologi Tel Arad Israel.

Selanjutnya, altar kedua yang ditemukan di situs yang sama menghasilkan jejak kemenyan, yang juga dicampur dengan kotoran hewan.

Altar-altar terletak di pintu masuk sebuah kuil Yehuda yang berasal dari Zaman Besi.

Eran Arie, kurator arkeologi Zaman Besi di Museum Israel menjelaskan bahwa penemuan ini cukup revolusioner.

Residu ganja ditemukan pada salah satu altar Yahudi Kuno. (Journal of the Institute of Archaeology of Tel Aviv University)
Residu ganja ditemukan pada salah satu altar Yahudi Kuno. (Journal of the Institute of Archaeology of Tel Aviv University)

 

Itu karena penemuan tersebut merupakan bukti awal penggunaan ganja di wilayah kuno dan bukti pertama bagi ilmuwan yang melihat zat psikoaktif di ritual kuno pada agama di Kerajaan Yehuda.

"Tidak adanya serbuk sari ganja atau biji-bijian dari daerah tersebut pada zaman kuno menunjukkan bahwa ganja kemungkinan diimpor melalui rute perdagangan jarak jauh. mungkin dalam bentuk resin, yang dikenal dengan bahasa sehari-hari sebagai "Hasish". Analisis kimia dari altar Tel Arad menunjukkan itu dibakar di atas kotoran hewan kering," kata Eran Arie kepada Guardian.

Dikutip dari Gizmodo, pada saat penemuan, para arkeolog memperhatikan, bercak hitam pada permukaan batu kapur.

Tetapi analisis sebelumnya pada residu ini membuahkan hasil yang tidak meyakinkan.

Sebuah analisis kimia baru, yang dilakukan oleh para peneliti di Universitas Hebrew dan Institut Teknologi Israel, menghasilkan jejak THC dan CBD pada jumlah yang cukup yang diperlukan untuk membawa perubahan kondisi mental.

Para arkeolog meyakini bahwa zat yang mempengaruhi pikiran pada ganja digunakan sebagai ritual pemujaan penting di daerah tersebut pada ribuan tahun lalu.

Berita Terkait