Bukti Kehidupan Planet Mars Ditemukan di Antartika, Kok Bisa?

Penemuan kandungan nitrogen dan karbon di Antartika ini sama persis dengan yang ditemukan di laut kuno di Planet Mars.

Agung Pratnyawan | Amelia Prisilia
Sabtu, 09 Mei 2020 | 04:00 WIB
Ilustrasi pecahan meteorit yang ada di Antartika. (NASA)

Ilustrasi pecahan meteorit yang ada di Antartika. (NASA)

Hitekno.com - Ilmuwan asal Jepang baru-baru ini menemukan bukti kehidupan Planet Mars di Antartika. Cukup mengejutkan, penemuan ini jelas saja menimbulkan tanya bagi banyak orang.

Pendapat terkait penemuan bukti kehidupan di Planet Mars ini bermula dari ditemukannya kandungan nitrogen dan karbon dalam jumlah besar pada meteorit dari Planet Mars di Antartika.

Penemuan kandungan nitrogen dan karbon di Antartika ini sama persis dengan yang ditemukan di laut kuno di Planet Mars.

Baca Juga: NASA dan Tom Cruise Bakal Syuting Film di Luar Angkasa

Adanya kandungan nitrogen dan karbon di Antartika ini diduga berasal dari sebuah meteorit berusia 4 miliar yang jatuh ke Antartika pada 15 juta tahun yang lalu. Setelah cukup lama, meteorit ini baru ditemukan oleh para ilmuwan pada tahun 1984 lalu.

Dilansir dari Live Science, mengenai sumber kedatangan meteorit ini memang menimbulkan perdebatan antara para ilmuwan. Entah apa benar berasal dari Planet Mars atau hasil kontaminasi organisme Bumi.

Planet Mars. (Wikipedia/NASA)
Planet Mars. (Wikipedia/NASA)

Karena telah tersimpan cukup lama di Antartika yang dipenuhi es, kemungkinan besar meteorit ini telah terkontaminasi hingga memiliki kandungan nitrogen dan karbon yang cukup banyak.

Baca Juga: Kerja Sama dengan NASA, Tom Cruise akan Rekam Film di Luar Angkasa

Namun, berdasarkan hasil penelitian tim ilmuwan Jepang, terungkap bahwa senyawa organik pada meteorit tersebut benar berasal dari Planet Mars.

Sebagian besar nitrogen yang ditemukan di Planet Mars ini terkunci dalam gas nitrogen inert (N2) atau pada senyawa kimia dari tanah di Planet Mars tersebut.

Fakta mengerikan Antartika. (Pixabay/MemoryCatcher)
Fakta mengerikan Antartika. (Pixabay/MemoryCatcher)

Untuk menemukan fakta lainnya terkait penemuan meteorit dengan kandungan nitrogen dan karbon di Antartika ini, para ilmuwan melakukan penelitian serius di laboratorium class-100 dengan sistem pengontrol aliran udara untuk menjaga kualitas.

Baca Juga: Ciamik, NASA Ubah Foto Luar Angkasa Jadi Musik Indah Ini

Masih menjadi perdebatan, penelitian terkait bukti kehidupan Planet Mars di Antartika ini terus dilakukan demi mendapat berbagai informasi terbaru lainnya.

Berita Terkait
TERKINI
Apa saja fitur canggih yang ada di CBR 150? Simak rinciannya di bawah ini....
sains | 12:12 WIB
Pertamina Foundation bersama Fakultas Kehutanan UGM telah melakukan kerja sama rehabilitasi hutan "Hutan Pertamina UGM"...
sains | 14:04 WIB
Dengan memanfaatkan algoritma AI, perusahaan ini berhasil membuka jalan bagi pengembangan obat terobosan potensial....
sains | 16:10 WIB
Objek ini punya suhu jauh lebih tinggi daripada matahari walaupun tak begitu terang. Objek apa gerangan?...
sains | 16:22 WIB
Pusat Studi Objek Dekat Bumi NASA (CNEOS) telah mencatat lebih dari 32.000 asteroid yang berada dekat dengan Bumi....
sains | 15:44 WIB
Kontribusi Goodenough merevolusi bidang teknologi membuat namanya layak dikenang sebagai sosok penting....
sains | 13:54 WIB
Jika tidak ada yang dilakukan, tingkat diabetes akan terus meningkat di setiap negara selama 30 tahun ke depan....
sains | 18:50 WIB
Vladimir Putin, pertama kali mengumumkan pengembangan drone Poseidon dalam pidato kepada parlemen Rusia 2018 lalu....
sains | 18:26 WIB
Berikut adalah sederet mitos tentang daging kambing yang banyak dipercaya masyarakat. Benarkah?...
sains | 10:19 WIB
Apakah kalian tahu apa perbedaan antara pandemi dan endemi? Simak penjelasannya di sini....
sains | 20:20 WIB
Prosedur bariatrik ramai disorot setelah beberapa seleb Indonesia diketahui menjalani tindakan medis ini....
sains | 17:01 WIB
Begini akal-akalan Toyota untuk memikat orang agar tertarik dengan mobil listrik. Seperti apa?...
sains | 10:25 WIB
SATRIA adalah satelit yang dirancang untuk menjembatani kesenjangan digital di Indonesia....
sains | 15:42 WIB
Satelit Satria-1 milik Indonesia akhirnya berhasil diluncurkan, diklaim sebagai terbesar di Asia....
sains | 15:59 WIB
Simak penjelasan apa itu El Nino lengkap dan dampak hingga potensi bahayanya bagi Indonesia....
sains | 15:48 WIB
Sering berlama-lama di depan monitor atau ponsel? Leher terasa kaku bahkan cenderung nyeri?...
sains | 16:38 WIB
Apa saja tanda-tanda rabies pada anjing? Awas jangan sampai terkena gigitanya, ya! Bisa fatal!...
sains | 13:09 WIB
Pernah melihat kucing yang bermain atau sekadar rehat secara syahdu di dalam kardus? Ternyata inilah sebabnya....
sains | 19:41 WIB
Tampilkan lebih banyak