Sains

Ilmuwan: Virus Corona akan 10 Kali Lipat Lebih Buruk dari SARS

Berbeda dengan SARS, virus Corona ternyata menyebar lebih cepat.

Agung Pratnyawan | Rezza Dwi Rachmanta

Ilustrasi virus corona. (Shutterstock)
Ilustrasi virus corona. (Shutterstock)

Hitekno.com - Para pakar penyakit dan ilmuwan ternyata memiliki pandangan yang cukup suram terkait dengan virus Corona atau novel coronavirus (nCov). Salah satu ilmuwan bahkan memprediksi bahwa virus Corona kemungkinan akan 10 kali lipat lebih buruk jika dibandingkan dengan SARS.

Sebagai referensi, pandemi SARS mengundang perhatian global setelah wabah tersebut menewaskan lebih dari 700 orang.

Seorang ilmuwan sekaligus ahli virus bernama Guan Yi menjelaskan bahwa potensi dan dampak mematikan yang dimiliki oleh virus Corona sangat kuat.

Guan Yi merupakan salah satu ilmuwan yang juga membantu mengidentifikasi SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) saat pertama kali muncul di China.

Ia berpandangan bahwa virus Corona bisa menjelma menjadi wabah yang lebih besar.

Ilustrasi virus Corona. (YouTube/ Rajya Sabha TV)
Ilustrasi virus Corona. (YouTube/ Rajya Sabha TV)

 

"Wabah yang lebih besar sudah pasti. Pandemi coronavirus Wuhan kemungkinan akan setidaknya sepuluh kali lipat lebih buruk dari SARS," kata Guan Yi kepada Washington Post.

Yi menambahkan bahwa SARS tidak menyebar hampir sama mudahnya dengan virus Corona.

SARS lebih terisolasi ke dalam wilayah China dan tetap terjaga di dalamnya dengan baik, meski secara perlahan juga menyebar ke negara-negara lain.

Sementara virus Corona telah menyebar dengan cepat ke setidaknya lima negara.

Data WHO pada 26 Januari 2020 mengungkapkan bahwa virus Corona telah meningkat sebanyak 694 kasus, di mana sehari sebelumnya tercatat 1.320 orang terjangkit penyakit itu.

Ilustrasi virus corona. (Shutterstock)
Ilustrasi virus corona. (Shutterstock)

 

Dari total 2.014 kasus yang terkonfirmasi, sebanyak 1.985 kasus dilaporkan berasal dari China termasuk lima kasus di Hong Kong, dua kasus di Macau, dan tiga kasus di Taipei.

Beberapa negara dengan jumlah kasus virus Corona bertambah masing-masing satu kasus adalah Thailand menjadi lima kasus, Singapura empat kasus, dan Australia empat kasus.

Virus Corona juga terdeteksi di beberapa negara lain termasuk Malaysia, Vietnam, Nepal, Amerika Serikat, dan Prancis.

Pantau penyebaran virus corona. (JHU CSE)
Pantau penyebaran virus corona. (JHU CSE)

 

Dilansir dari Futurism, vaksin sedang dikembangkan untuk menghadapi virus Corona, tetapi proses itu tidak cepat.

Sejauh ini, sudah ada 56 korban tewas setelah mereka terinfeksi virus Corona.

Tim dokter dan ilmuwan masih mencari cara dalam menanggulangi virus dan dan tidak ada terapi atau pengobatan khusus untuk sementara ini.

Beberapa pasien yang meninggal di Cina sebelumnya memerlukan bantuan ventilator yang luas untuk membantu mereka bernafas.

WHO sudah bekerja sama dengan China dalam menangani kasus virus Corona sehingga diharapkan proses penemuan dan pengembangan vaksin bisa lebih cepat agar virus tidak tersebar dan menelan korban lebih banyak lagi.

Berita Terkait