Sains

Astronom Temukan Planet yang Seharusnya Tak Ada, Kok Bisa?

Para astronom menemukan sebuah eksoplanet baru.

Agung Pratnyawan

Observatorium Calar Alto. [University of Bern]
Observatorium Calar Alto. [University of Bern]

Hitekno.com - Para astronom sedang dibuat heran oleh sebuah temuan eksoplanet baru. Pasalnya menurut teori pembentukan planet, seharusnya tidak ada dan tidak terbentuk.

Eksoplanet ini disebut dikatalogkan sebagai GJ 3512b yang berjarak 30 tahun cahaya dari Bumi.

Menurut astronom seharusnya planet ini tidak ada, namun pada kenyataannya, planet tersebut ada dan berhasil teramati.

Penemuan tersebut dilakukan oleh sekelompok astronom dari Observatorium Calar Alto di Spanyol, melalui instrumen berupa spektograf inframerah.

Penelitian mengenai planet tersebut kini dilanjutkan oleh kelompok astronom dari Universitas Bern di Swiss.

Sebagaimana dilansir dari laman EarthSky, planet tersebut dianggap terlalu besar untuk bintang induknya, GJ 3512. GJ 3512 ini sendiri merupakan sebuah bintang kerdil yang hanya memiliki massa sekitar sepersepuluh massa Matahari.

Sedangkan, planet GJ 3512b merupakan planet gas raksasa yang memiliki massa sekitar setengah massa Jupiter.

Ilustrasi eksoplanet. [University of Bern]
Ilustrasi eksoplanet. [University of Bern]

 

"Bintang-bintang kecil seperti GJ 3512 seharusnya hanya diorbiti planet seukuran Bumi atau yang sedikit lebih masif. Sedangkan GJ 3512b adalah planet raksasa, lebih masif daripada planet yang seharusnya bisa ada dalam model teoretis untuk bintang sekecil itu," ucap Christoph Mordasini, seorang profesor di Universitas Bern.

Dengan kata lain, planet GJ 3512b seharusnya tidak ada. Namun, planet yang mengorbit bintangnya setiap 204 hari itu ditemukan oleh astronom.

Menurut para astronom, kemungkinan besar GJ 3512b terbentuk oleh peristiwa keruntuhan gravitasi. Meski begitu, masih banyak misteri yang tersembunyi.

Salah satunya, para astronom masih belum mengetahui mengapa planet ini tidak terus tumbuh dan berimgrasi lebih dekat ke bintang induknya karena kedua masalah tersebut seharusnya terjadi jika planet ini terbentuk dari keruntuhan gravitasi.

Di sisi lain, penemuan GJ 3512b ini menunjukkan bahwa alam semesta tidak dapat diprediksi dan selalu penuh kejutan.

Ketika para astronom menemukan sesuatu yang seharusnya tidak ada, tetapi kenyataannya berkata lain, hal itu adalah ilmu baru dalam dunia sains. (Suara.com/ Lintang Siltya Utami).

Berita Terkait