Sains

Hutan Bolivia Terbakar Hebat, 2 Juta Hewan Mati Terpanggang

Lebih dari 2 juta hewan mati karena kepungan asap dan api pada kasus kebakaran hutan di Bolivia.

Dinar Surya Oktarini | Rezza Dwi Rachmanta

Ilustrasi kebakaran hutan di Bolivia. (YouTube/ Channel 4 News)
Ilustrasi kebakaran hutan di Bolivia. (YouTube/ Channel 4 News)

Hitekno.com - Meski pada Agustus 2019 lalu kita sangat prihatin dengan kebakaran hutan di Amazon, Brazil, perhatian kita luput dari kasus yang ada di Bolivia. Penelitian terbaru yang dilakukan oleh ilmuwan menyebutkan bahwa kebakaran hutan di Bolivia mengakibatkan lebih dari 2 juta hewan mati.

Ahli biologi di Chiquitania, Bolivia timur yang bekerja sama dengan ilmuwan internasional menungkapkan bahwa lebih dari 2,3 juta hewan mati dalam kebakaran hutan di Bolivia.

Jumlah sebesar itu merupakan akumulasi dari kejadian kebakaran yang melanda hutan di Bolivia sepanjang Agustus hingga September 2019.

Professor Sandra Quiroga dari Santa Cruz University menilai bahwa banyak hewan liar yang tidak bisa melarikan diri saat mereka terkepung asap dan api di dalam hutan.

"Kami telah berkonsultasi dengan ahli biologi Chiquitania dan kami memperkirakan lebih dari 2,3 juta hewan yang mati di banyak kawasan hutan lindung," kata Sandra Quiroga kepada AFP.

Ilustrasi hewan yang mati terpanggang di kebakaran hutan Bolivia. (Twitter/ THLiyanage)
Ilustrasi hewan yang mati terpanggang di kebakaran hutan Bolivia. (Twitter/ THLiyanage)

 

Seperti yang telah diketahui, hutan Amazon membentang luas di banyak negara termasuk Brasil (dengan 60 persen hutan), Kolombia, Peru, Venezuela, Ekuador, Bolivia, Guyana, Suriname, dan Guyana Prancis.

Dampak kebakaran hutan Amazon di Brazil ternyata ikut merembet hingga hutan yang ada di Bolivia.

Hampir 34 ribu titik kebakaran menghanguskan hutan Bolivia, 75 persen lebih tinggi jika dibandingkan kebakaran tahun sebelumnya.

Ilustrasi kebakaran hutan di Bolivia dilihat dari udara. (YouTube/ Channel 4 News)
Ilustrasi kebakaran hutan di Bolivia dilihat dari udara. (YouTube/ Channel 4 News)

 

Sergio Vasquez, salah satu aktivis lingkungan di World Animal Protection menjelaskan bahwa kebakaran diduga disebabkan oleh para petani yang membuka lahan untuk tanaman mereka.

Periode kekeringan yang panjang juga membuat situasi menjadi lebih buruk.

Menurut organisasi konservasi global Panthera, terdapat sekitar 500 jaguar yang telah mati di Brazil dan Bolivia.

Dilansir dari Gizmodo, hewan yang banyak ditemukan mati terpanggang oleh kebakaran hutan termasuk ocelot (sejenis macan tutul kurcaci), katak dan trenggiling.

Serangga dan reptil yang berukuran lebih kecil dengan gerakan lebih lambat paling berisiko terpanggang di dalam hutan.

Bahkan armadillo yang terkenal dapat berlindung di dalam tanah pun ditemukan mati karena api dan asap yang mengepung.

Pemerintah setempat mengaitkan kebakaran hutan Bolivia sebagai dampak dari cuaca kering dan angin kencang.

Berita Terkait