Sains

Senjata Viking Berusia 4 Ribu Tahun Ditemukan, Ilmuwan: Mereka Mengimpornya

Wah, ternyata bangsa Viking doyan impor ya!

Agung Pratnyawan | Rezza Dwi Rachmanta

Ilustrasi bangsa Viking dan senjatanya yang telah ditemukan ilmuwan. (Pixabay/ Kllh; Jurnal PLOS One)
Ilustrasi bangsa Viking dan senjatanya yang telah ditemukan ilmuwan. (Pixabay/ Kllh; Jurnal PLOS One)

Hitekno.com - Ilmuwan baru saja menemukan sesuatu yang mencengangkan mengenai fakta bangsa Viking. Senjata Viking yang sangat legendaris ternyata bukan asli buatan dan logam mereka sendiri.

Sebuah penelitian yang telah dipublikasikan di jurnal PLOS One pada 24 Juli 2019 mengungkapkan bahwa ribuan tahun lalu Viking harus mengimpor logam.

Ilmuwan yang berasal dari Aarhus University, Denmark, memperkirakan bahwa Skandinavia terlalu tergantung pada timah dan tembaga impor pada awal Zaman Perunggu Nordic.

Asal usul geografis dari logam yang digunakan dalam artefak logam campuran (perunggu) Skandinavia dapat ditelusuri kembali ke Inggris dan Eropa.

Ilmuwan yang terlibat dalam penelitian, Heide W. Nørgaard, menjelaskan bahwa ribuan tahun lalu, Viking sangat bergantung pada daerah lain untuk membuat senjata legendarisnya.

Senjata Viking yang diperkirakan berumur 4 ribu tahun. (Jurnal PLOS One)
Senjata Viking yang diperkirakan berumur 4 ribu tahun. (Jurnal PLOS One)

 

"4.000 tahun lalu, Inggris dan Eropa Tengah memasok tembaga dan timah ke Denmark. Saat itu wilayah Denmark tidak memiliki sumber logam sendiri. Kesimpulan ini didorong oleh data arkeologi dan geokimia yang kuat," kata Heide dalam sebuah pernyataan di jurnal PLOS One.

Tanda-tanda paling awal dari paduan jenis perunggu yang digunakan di Skandinavia berasa dari sekitar tahun 2.000 hingga 1.700 SM.

Heide dan rekan peneliti lainnya melakukan analisis isotop dan elemen jejak pada 210 sampel artefak pada Zaman Perunggu.

Ilustrasi bangsa Viking. (Pixabay/ Kallh)
Ilustrasi bangsa Viking. (Pixabay/ Kallh)

 

Kebanyakan sampel penelitian berupa kepala kapak yang sudah berusia ribuan tahun.

Mayoritas sampel yang ditemukan berasal dari tahun 2000–1700 SM dan 50 sampel dari tahun 1700–1600 SM.

Dilansir dari ZME Science, ukuran sampel mewakili sekitar 50 persen dari semua benda logam Denmark yang diketahui berasal dari awal Zaman Perunggu Nordic.

Penemuan tersebut menunjukkan betapa pentingnya perdagangan kuno bahkan untuk komunitas yang dianggap sangat "primitif".

Alur perdagangan bangsa Viking pada tahun 2.000 SM. (Jurnal PLOS One)
Alur perdagangan bangsa Viking pada tahun 2.000 SM. (Jurnal PLOS One)

 

Ilmuwan menemukan bahwa bangsa Viking melakukan perdagangan kuno untuk mengimpor logam melalui dua rute utama.

Salah satu rute mengarah turun melintasi Laut Baltik menuju Enetice (sekarang Jerman bagian Timur dan Bohemia).

Sementara rute lainya mengandalkan perairan di sebelah barat Kepulauan Inggris.

Berkat penemuan tersebut, kini publik menjadi tahu bahwa senjata Viking yang dikenal fenomenal ternyata bahannya bukan asli dari bangsa Viking sendiri, melainkan "impor".

Berita Terkait