Sains

Pakai Alasan Ilmiah Putri Duyung Berkulit Putih, Cuitan Ini Dianggap Rasis

Untungnya, cuitan bernada rasis tentang putri duyung berkulit putih dari netizen ini segera ditengahi oleh ilmuwan.

Dinar Surya Oktarini | Rezza Dwi Rachmanta

Alasan ilmiah di dalam cuitan ini memancing kontroversi karena dianggap rasis. (Twitter/ slicksliding)
Alasan ilmiah di dalam cuitan ini memancing kontroversi karena dianggap rasis. (Twitter/ slicksliding)

Hitekno.com - Pada awal Juli 2019, Disney telah menunjuk pemeran utama dari live-action film animasi, The Little Mermaid. Penunjukkan tersebut memicu rasa tidak senang dari beberapa oknum tertentu dan bahkan mereka mencuitkan alasan ilmiah bernada rasis yang kontroversial.

Alasan ilmiah biasanya merupakan cara yang tepat untuk menjelaskan fenomena nyata di kehidupan sehari-hari.

Namun apabila alasan ilmiah digunakan untuk membela sesuatu bernada rasis, mungkin banyak orang tidak setuju.

Halle Bailey dari grup musik duo RnB, Chloe x Halle, telah dipilih oleh Disney bahwa ia akan memerankan Ariel, peran utama putri duyung di film The Little Mermaid.

Banyak yang setuju karena Halle Bailey memiliki suara merdu (masuk nominasi Grammy) dan casting-nya juga bagus.

Namun ada pula yang tidak setuju karena Halley Bailey tidak memiliki kulit putih.

Sayangnya, mereka menggunakan segala cara, termasuk menggunakan alasan ilmiah bernada rasis untuk mempertahankan agar Ariel si putri duyung tetap berkulit putih.

Banyak cuitan bernada rasis menyambut film live action Disney selanjutnya. (Twitter/ Skylerhxc)
Banyak cuitan bernada rasis menyambut film live action Disney selanjutnya. (Twitter/ Skylerhxc)

 

"Putri duyung hidup di lautan. Bawah air = sinar matahari terbatas. Sinar matahari terbatas = lebih sedikit melanin. Lebih sedikit melanin = warna kulit lebih terang. Karena mereka hidup di bawah air, yang tidak memiliki akses cahaya, Ariel dan putri duyung lainnya harus berkulit albino (putih)," kata salah satu netizen yang memicu kontroversi.

Cuitan yang dianggap bernada rasis oleh netizen itu kemudian dibalas dengan beberapa meme yang menjelaskan tak semua hewan di laut dalam berwarna putih.

Banyak ikan yang tidak benar-benar putih di laut dalam. (Twitter/ brooklynmarie)
Banyak ikan yang tidak benar-benar putih di laut dalam. (Twitter/ brooklynmarie)

 

Untungnya, beberapa ilmuwan dan peneliti yang mengerti tentang sains langsung turun tangan untuk menengahi kontroversi di atas.

Tidak semua makhluk laut berwarna putih. Ikan pelangi (rainbowfish) bahkan tidak putih sama sekali, karena mereka berwarna.

Orca (kerabat dekat paus) tidak semuanya putih.

Bahkan ikan putih (whitefish) atau dikenal sebagai ikan Atlantik kebanyakan berwarna hitam, coklat dan hijau.

Banyak netizen yang membela bahwa Ariel berkulit hitam adalah baik-baik saja karena karakter Disney bawah sebelumnya juga berkulit sama. (Twitter/ NipahDUBS)
Banyak netizen yang membela bahwa Ariel berkulit hitam adalah baik-baik saja karena karakter Disney bawah sebelumnya juga berkulit sama. (Twitter/ NipahDUBS)

 

Manatee, hewan yang dipercaya berdasarkan mitos putri duyung, juga tidak putih.

Mereka semacam abu-abu kecoklatan dan kulitnya tidak benar-benar putih.

Sacha Coward, peneliti sekaligus folklorist putri duyung mengatakan bahwa menggunakan alasan ilmiah untuk mendukung pendapat semacam itu tidak masuk akal.

"Menerapkan sains ke putri duyung adalah hal yang konyol, mereka bukan simbol makhluk biologis. Juga, yang saya perhatikan, sains yang digunakan juga benar-benar buruk," kata Sacha Coward dikutip dari IFLScience.

Salah satu spesies rainbow fish. (Pixabay/ Kathy VanDeventer)
Salah satu spesies rainbow fish. (Pixabay/ Kathy VanDeventer)

 

Tak hanya itu, ia juga menjelaskan bahwa Ariel tinggal di terumbu karang yang hangat.

Biota di sekelilingnya menyiratkan bahwa dia bukan keturunan Eropa.

Memaksakan bahwa putri duyung dalam The Little Mermaid "harus berkulit putih" sepertinya harus segera dihentikan karena itu bisa mengarah kepada isu rasis yang berbahaya.

Berita Terkait