Sains

Baru Ditemukan, Manusia Purba Ini Mampu Bertahan Dalam Cuaca Ekstrem

Untuk meneliti penemuan ini, para ilmuwan menggunakan teknik penanggalan seri uranium.

Dinar Surya Oktarini | Amelia Prisilia

Manusia purba di Tibet. (Jean-Jacques Hublin, MPI-EVA, Leipzig)
Manusia purba di Tibet. (Jean-Jacques Hublin, MPI-EVA, Leipzig)

Hitekno.com - Para ilmuwan belum lama ini menemukan spesies manusia purba yang disebut Denisova. Spesies manusia purba ini diketahui mampu bertahan dalam cuaca ekstrem. Kemampuan bertahan hidup spesies manusia sebelumnya hanya ditemukan pada spesies homo sapiens.

Penemuan manusia purba ini menjadi penjelasan bahwa nenek moyang manusia telah mewariskan gen yang membantu manusia modern untuk dapat bertahan hidup pada ketinggian.

Dilansir dari sebuah jurnal yang diterbitkan Nature, Denisova sendiri disebut sebagai spesies yang misterius yang hidup di Asia sebelum adanya manusia modern.

Fosil manusia purba ini juga menjadi satu-satunya yang berasal dari fragmen tulang dan gigi dan ditempatkan pada situs purbakala Gua Denisova di Siberia. Hasil tes DNA manusia purba ini menemukan bahwa jenis ini berbeda dari manusia modern.

Manusia purba di Tibet. (Dongju Zhang, Lanzhou University)
Manusia purba di Tibet. (Dongju Zhang, Lanzhou University)

 

Yang terbaru, para ilmuwan baru saja menemukan fosil manusia purba yang baru yang dari tulang rahang bawah manusia purba ini ditemukan pada 1980 di gua karst Baishiya pada ketinggian 3.280 meter di Tibet, China.

Untuk meneliti penemuan ini, para ilmuwan menggunakan teknik penanggalan seri uranium. Teknik ini melakukan penelitian pada endapan karbonat di tulang. Hasilnya ditemukan bahwa fosil ini sudah berumur 160.000 tahun.

Menurut para ilmuwan, penemuan manusia purba yang hidup di daerah ketinggian dengan cuaca yang ekstrem tentu adalah sebuah kejutan.

Manusia purba Neanderthal, Denisova, dan spesies awal dari homo sapiens, ditemukan bahwa spesies ini memiliki kemampuan untuk tinggal di lingkungan yang ekstrem.

Manusia purba di Tibet. (Dongju Zhang, Lanzhou University)
Manusia purba di Tibet. (Dongju Zhang, Lanzhou University)

 

Pasalnya, menurut catatan ilmu pengetahuan, manusia purba yang pernah tercatat hidup di situasi ekstrem ada pada ketinggian 2.000 meter.

Sayangnya, para ilmuwan tidak dapat menemukan jejak DNA dari fosil manusia purba ini. Penelitian dilakukan dengan mengekstrasi protein dari salah satu molar yang kemudian diterapkan dan disebut analisis protein purba.

Hasilnya, penelitian ini menjelaskan bahwa manusia purba di gua Denisova ini memiliki varian gen yang diketahui dapat melindungi manusia dari hipoksia atau kekurangan oksigen di daratan tinggi.

Penemuan manusia purba yang mampu bertahan di cuaca ekstrem ini memang begitu mengejutkan. Namun, ini menambah pengetahuan baru untuk para ilmuwan dan manusia modern ya.

Berita Terkait