Sains

Deretan Fakta Unik Badai Florence, 1 Juta Orang Dievakuasi

Badai ini ternyata sangat mengerikan!

Dinar Surya Oktarini | Rezza Dwi Rachmanta

Penampakan Badai Florence yang tertangkap dari luar angkasa. (NASA)
Penampakan Badai Florence yang tertangkap dari luar angkasa. (NASA)

Hitekno.com - Awal September 2018, warga Amerika dikagetkan dengan adanya Badai Florence yang membuat mereka harus melakukan sesuatu. Gubernur McMaster dari Carolina Selatan pada tanggal 11 September 2018 memerintahkan untuk mengevakuasi warga di seluruh garis pantai.

Itu berarti akan ada lebih dari 1 juta orang yang harus dievakuasi di negara bagian itu. Angka itu masih akan bertambah karena terdapat lebih banyak warga lagi di daerah North Carolina dan Virginia yang terancam dari badai tropis itu.

Dikutip dari Ecowatch, terdapat empat fakta unik yang harus kita ketahui dari Badai Florence. Berikut deretan fakta unik Badai Florence:

1. Pola Angin Topan pada Badai Florence Tidak Biasa

Contoh badai kategori 4. (MarketWatch)
Contoh badai kategori 4. (MarketWatch)

 

Badai Atlantik cenderung berkembang di lepas pantai Afrika kemudian bergerak ke arah utara atau barat laut. Pada saat badai mencapai posisi di Florence, mereka cenderung mengambil belokan ke arah utara/ timur laut menjauhi Amerika Serikat.

Laporan mencatat hampir 80 badai yang akan menghantam dengan radius jarak 200 mil dari Florence tak ada yang berhasil mendarat di pantai AS.

Mereka biasanya diblokir oleh punggungan bertekanan tinggi di atmosfer.

Namun ketika badai ini ''terlepas'' dari punggungan bertekanan tinggi di atmosfer, Badai Florence bisa menjadi badai yang mengerikan.


2. Badai besar yang jarang terjadi.

Peta menghangatnya beberapa wilayah lautan. (Climate Reanalyzer)
Peta menghangatnya beberapa wilayah lautan. (Climate Reanalyzer)

 

Bagian tenggara AS tidak asing dengan angin topan. Carolina mengalami lusinan angin topan sejak dilakukan pencatatan modern yang dimulai pada tahun 1851.

Sebagian besar dari angin topan ini termasuk badai yang masuk dalam badai Kategori 1. Sejak tahun itu, Carolina hanya terkena tiga kali badai Ketegori 4.

Terakhir kali Carolina Utara dilanda badai Kategori 4 adalah lebih dari 60 tahun yang lalu.

Badai Florence tercipta sebagai akibat dari memanasnya suhu Bumi. Seperti yang telah diketahui bahwa suhu yang lebih hangat dapat menciptakan angin topan yang sangat ganas.


3. Badai Florence diperkuat dengan naiknya permukaan air laut.

Ombak besar menghantam daerah pantai Carolina. (ABCNews)
Ombak besar menghantam daerah pantai Carolina. (ABCNews)

 

National Hurricane Center (Badan Nasional Penanggulang Bencana AS) telah mengeluarkan peringatan bahwa gelombang Badai Florence bisa mengancam jiwa.

Ketika gelombang Badai Florence melewasi lebih dari 1600 kilometer lautan, anginnya dapat mendorong permukaan air laut menuju pantai.

Semakin kuat angin dan semakin jauh perjalanan badai, maka semakin besar pula hantaman dan tekanan yang diberikan badai terhadap suatu wilayah.

Hal itulah yang membuat Badai Florence ''sangat mengerikan'' sehingga bisa menimbulkan banjir dahsyat yang dapat mengancam jiwa.

4. Dunia makin menghangat sebabkan curah hujan ekstrim selama badai.

Hujan besar melanda wilayah North Carolina. (MPR News)
Hujan besar melanda wilayah North Carolina. (MPR News)


Pemanasan global sepertinya buka isu yang main-main. Ini juga berlaku pada Badai Florence. Ketika dunia menghangat (temperatur mengalami kenaikan), atmosfer menyimpan lebih banyak uap air sehingga terdapat peningkatan curah hujan ektrim selama Badai Florence.

Dengan jalur Badai Florence melalui perairan yang sangat hangat, ilmuwan memprediksi bahwa banyak uap air yang terangkat dengan adanya badai ini.

Ilmuwan memperkirakan 10 hingga 15 inci peningkatan curah hujan untuk sebagian besar wilayah North Carolina dan Virginia dalam beberapa hari ke depan.

Tingginya curah hujan dan angin badai yang mendorong air dari laut membuat Badai Florence mempunyai kekuatan yang sangat besar untuk menenggelamkan orang-orang dengan banjir besar.

Fakta unik Badai Florence membuat kita harus berhati-hati dan lebih peduli terhadap pemanasan global.

Berita Terkait