Alat Kuno Berusia 1 Juta Tahun Ditemukan di Sulawesi, Ilmuwan Temukan Manusia 'Hobbit' di Indonesia

Ilmuwan menemukan manusia 'hobbit' yang mungkin pernah mendiami Pulau Sulawesi lebih dari satu juta tahun yang lalu.

Lintang Siltya Utami

Posted: Jum'at, 08 Agustus 2025 | 17:52 WIB
Rekonstruksi wajah Homo floresiensis. (Cicero Moraes/Wikimedia Commons/CC BY SA 4.0)

Rekonstruksi wajah Homo floresiensis. (Cicero Moraes/Wikimedia Commons/CC BY SA 4.0)

Hitekno.com - Penemuan arkeologi terbaru menunjukkan bahwa manusia purba tidak hanya hidup di Pulau Flores, Indonesia, tempat ditemukannya Homo floresiensis atau yang dikenal sebagai "hobbit", tetapi juga mungkin pernah mendiami Pulau Sulawesi lebih dari satu juta tahun yang lalu.

Hal ini diketahui dari penemuan alat batu yang diduga dibuat oleh hominin misterius di Sulawesi. Penemuan ini menantang pemahaman lama bahwa hanya Flores yang memiliki jejak manusia purba setua itu di kawasan Wallacea, wilayah kepulauan yang memisahkan benua Asia dan Australia.

Dilansir dari Science Alert pada Jumat (8/8/2025), seorang arkeolog bernama Adam Brumm yang memimpin ekspedisi ini bersama Budianto Hakim dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), menjelaskan bahwa sangat kecil kemungkinan hominin awal memiliki kemampuan kognitif untuk membuat perahu.

"Sangat tidak mungkin hominin awal ini memiliki kapasitas kognitif (terutama kemampuan perencanaan tingkat lanjut) yang dibutuhkan untuk menciptakan perahu," kata Adam Brumm.

Ia berpendapat bahwa kemungkinan besar mereka sampai ke Sulawesi secara tidak sengaja, misalnya dengan terbawa arus laut di atas rakit alami dari tumbuhan. Mekanisme ini juga diyakini menjadi cara beberapa hewan seperti monyet dan hewan pengerat menyeberangi lautan dari Asia ke pulau-pulau di sekitarnya.

Peralatan batu yang ditemukan di Sulawesi terdiri dari tujuh batu serpih yang ditemukan di kedalaman berbeda di bawah tanah.

Alat batu yang ditemukan di Sulawesi. (M. W. Moore/University of New England)
Alat batu yang ditemukan di Sulawesi. (M. W. Moore/University of New England)

Berdasarkan penanggalan batu pasir dan fosil babi yang ditemukan di sekitar lokasi, umur perkakas ini diperkirakan antara 1,04 hingga 1,48 juta tahun.

Jika perkiraan ini akurat, maka temuan ini menjadi bukti tertua kehadiran manusia di kawasan Wallacea, bahkan lebih tua dari alat batu di Flores yang sebelumnya berusia 1,02 juta tahun.

Namun, siapa pembuat alat-alat ini masih menjadi tanda tanya besar. Tidak ada fosil hominin yang ditemukan di Sulawesi sejauh ini.

Arkeolog Debbie Argue, yang tidak terlibat dalam proyek ini, turut memberikan komentar. Ia menyatakan bahwa temuan tersebut sangat penting.

Baca Juga: Xiaomi 16 Ultra Bakal Dibekali Kamera Telefoto 200 MP, Buatan Leica?

"Dengan bukti keberadaan hominin di tiga pulau yang belum pernah terhubung dengan daratan utama, yaitu Flores, Luzon, dan sekarang Sulawesi, kepulauan Asia Tenggara sedang berkembang menjadi batas luar biasa bagi evolusi manusia," ujarnya.

Flores sebelumnya dikenal sebagai tempat ditemukannya Homo floresiensis pada 2003, makhluk setinggi sekitar satu meter dengan otak seukuran jeruk bali.

Homo floresiensis memiliki nenek moyang yang diperkirakan sudah berada di Flores sejak 700.000 tahun lalu. Alat-alat batu berumur lebih dari satu juta tahun yang ditemukan di sana kemungkinan dibuat oleh nenek moyang mereka, yang bisa jadi merupakan keturunan Homo erectus atau spesies hominin lain dari Asia.

Menurut wawancara pada 2021 dengan arkeolog Lucy Timbrell, Brumm menemukan peralatan batu di Flores secara tidak sengaja ketika sedang mabuk setelah menghadiri upacara desa.

Ia juga menambahkan bahwa sejak saat itu, ia mencoba mengulang penemuan besar dalam kondisi serupa, namun tidak pernah berhasil lagi.

Walau belum ada fosil yang ditemukan di Sulawesi, Brumm yakin bahwa pulau tersebut sangat penting dalam memahami migrasi manusia purba di wilayah ini.

Mendiang Mike Morwood, salah satu penemu Homo floresiensis, pernah mengatakan bahwa Sulawesi kemungkinan besar merupakan jalur menuju Flores dari daratan Asia. Pada 2010, Morwood bahkan berspekulasi bahwa peralatan di Sulawesi bisa saja berumur hingga dua juta tahun.

Kini, para arkeolog berencana mencari fosil hominin secara langsung di Sulawesi.

"Kami juga bekerja di situs-situs yang jauh lebih muda yang kami harap dapat memberikan wawasan tentang apa yang terjadi pada manusia purba ini ketika spesies kami tiba di pulau itu setidaknya 65.000 tahun yang lalu." tambah Brumm.

Penelitian lanjutan ini diharapkan dapat memberikan jawaban atas misteri siapa penghuni awal Sulawesi dan bagaimana mereka sampai ke sana.

×
Zoomed
Berita Terkait Berita Terkini

Bukan sekadar hiburan, film horor ternyata 'gym' bagi otak Anda. Pakar psikologi ungkap bagaimana adegan seram bisa mela...

sains | 10:55 WIB

Ilmuwan menemukan masker dan cangkir berusia 5.000 tahun yang terbuat dari tulang manusia di China....

sains | 12:41 WIB

BMKG ungkap biang kerok cuaca panas menyengat. Bukan gelombang panas, ini kombinasi dari musim pancaroba dan posisi mata...

sains | 16:20 WIB

Para ilmuwan berhasil membuat AI menciptakan virus yang dapat membunuh bakteri....

sains | 13:27 WIB

Durasi terjadinya gerhana bulan pada 7 September 2025, mulai dari fase awal hingga akhir, berlangsung selama sekitar 5 j...

sains | 17:50 WIB