Proses Terjadinya Pelangi setelah Hujan, Ini yang Perlu Kamu Tahu

Berikut adalah proses terjadinya pelangi setelah hujan.

Cesar Uji Tawakal
Senin, 31 Oktober 2022 | 18:20 WIB
Ilustrasi pelangi. (Pexels)

Ilustrasi pelangi. (Pexels)

Hitekno.com - Siapa yang tidak tahu pelangi? Pasti semua orang tahu pelangi. Namun apa kamu tahu bagaimana proses terjadinya pelangi? Pelangi adalah salah satu fenomena alam yang indah dan unik.

Pelangi adalah ilusi optik atau fenomena yang tidak dikendalikan oleh manusia dan muncul ketika ada interaksi sinar matahari, air dan udara.

Baca Juga: - Kerap Jadi Andalan Pencinta Anime, Kenali Apa Itu Anoboy dan Sederet Alternatifnya - Soroti Foto Jadul Kak Seto Tahun 1981, Netizen Tanya Resep Awet Muda - Atasi Kelangkaan Gas, Solusi Tak Terduga dari Jerman Ini Picu Kontroversi, Kok Bisa? - Muncul di Situs Global, Huawei Nova Y61 Pakai Kamera Utama 50 MP - Momen Kebersamaan Keluarga di Foto Tahun 1987, Netizen Curiga Orang Kaya Karena Hal Ini

Pelangi terjadi sebagai hasil interaksi antara sinar matahari, air, dan udara, dan inilah alasan mengapa pelangi paling terlihat ketika ada hari yang cerah dan sedikit hujan.

Pembentukan pelangi melibatkan fenomena fisik, seperti dispersi, pembiasan, pemantulan, dan pemantulan internal total.

Pelangi terbentuk karena sinar matahari dan kondisi atmosfer. Cahaya matahari memasuki tetesan air, lalu melambat, dan membelok saat bergerak dari udara ke air, yang lebih padat.

Cahaya matahari dipantulkan di dalam tetesan yang terpisah menjadi panjang gelombang atau warna pelangi. Ketika cahaya keluar dari tetesan, hal ini menciptakan pelangi.

Hal ini terjadi ketika cahaya matahari bersentuhan dengan tetesan air hujan pada sudut tertentu. Penasaran dengan detail proses terjadinya pelangi? Berikut proses terjadinya pelangi yang tim HiTekno.com rangkum untuk kamu.

Ilustrasi pelangi. (Pexels)
Ilustrasi pelangi. (Pexels)

1. Sinar Matahari Bertemu Tetesan Hujan

Agar pelangi terjadi, cahaya putih dari matahari harus mengenai setetes air pada sudut tertentu. Sudut yang terbentuk sangat penting karena menentukan terbentuk atau tidaknya pelangi.

Kebanyakan pelangi terbentuk saat fajar atau sore hari. Ini karena ia bekerja paling baik ketika matahari cukup rendah di langit dan pada sudut yang ideal untuk membentuk pelangi.

2. Sebagian sinar matahari dipantulkan

Ketika matahari mengenai setetes air, cahaya dipantulkan. Ini seperti melihat melalui jendela kaca, tetapi pada saat yang sama Anda dapat melihat bayangan Anda sendiri.

Ini karena jendela memancarkan dan memantulkan cahaya. Begitu juga air.

3. Sisa Cahaya yang dibiaskan

Cahaya yang tidak dibiaskan melambat setelah melewati lapisan batas udara dan air. Ini karena air lebih padat daripada udara.

Penurunan kecepatan menyebabkan pembelokan jalur cahaya yang dikenal sebagai pembiasan. Jadi pelangi selalu membengkok dan menekuk ke arah normal.

4. Cahaya Putih Terurai Menjadi Berbagai Warna

Cahaya putih terdiri dari spektrum warna, masing-masing dengan panjang gelombangnya sendiri. Panjang gelombang yang berbeda bergerak pada kecepatan yang berbeda ketika perubahan terjadi dalam medium padat atau jarang. Kecepatan dipengaruhi oleh perbedaan volume.

Jadi warnanya dipisahkan. Fenomena ini dikenal sebagai dispersi. Inilah sebabnya mengapa pelangi memiliki warna yang berbeda.

5. Cahaya yang dipantulkan di balik tetesan hujan

Ketika cahaya mengenai antarmuka air-udara di belakang tetesan hujan, ia membentuk sudut. Jika sudut datang lebih besar dari sudut kritis, refleksi internal total terjadi dan kita dapat melihat pelangi.

Di sisi lain, jika sudutnya lebih kecil dari sudut kritis, pelangi yang terbentuk tidak akan terlihat.

6. Terjadi pembiasan lebih banyak

Saat cahaya keluar dari rintik hujan, kecepatannya berubah. Pada titik ini, kecepatan cahaya meningkat saat merambat dari medium lebih rapat (air) ke medium kurang rapat (udara).

Peningkatan kecepatan membelokkan gelombang cahaya atau jalur cahaya menjauhi garis normal. Ini adalah contoh lain dari refraksi. Pembiasan ini berkontribusi pada pembentukan pelangi.

7. Bentuk Warna Lebih Menyebar

Ketika cahaya dibiaskan, panjang gelombang yang berbeda dipengaruhi secara berbeda, meningkatkan penciptaan warna cerah pelangi.

Memisahkan lebih lanjut komponen warna cahaya putih dan pembiasan membuat warna dan bentuk tertentu pelangi terlihat melalui hamburan.

Ini adalah deskripsi proses pelangi yang harus Anda ketahui. Semoga informasi ini bermanfaat dan menambah wawasan Anda.

Kontributor: Pasha Aiga Wilkins

Berita Terkait

TERKINI

Biar makin tahu, simak sederet fakta unik terkait pembelahan sel, kali aja butuh contekan ujian.
sains | 11:13 WIB
Gempa ini juga terasa sampai Yogyakarta.
sains | 20:44 WIB
BMKG sering menampilkan skala MMI pada peringatan saat gempa terjadi.
sains | 18:27 WIB
Ada tujuh fasilitas nuklir di Cianjur yang dipastikan dalam kondisi aman saat ini.
sains | 11:13 WIB
Traktor tersebut dapat mengumpulkan dan menganalisis data tanaman setiap hari dan dapat memproses data dari alat saat ini dan generasi berikutnya yang dilengkapi dengan sensor dan pencitraan
sains | 21:01 WIB
Fosil ini diduga merupakan spesies lain yang berhubungan dengan Tyrannosaurus rex.
sains | 20:36 WIB
Angkatan Luar Angkasa Amerika Serikat sedang merancang sistem peringatan dini serangan, tapi bukan untuk mewaspadai alien. Lantas siapa yang diwaspadai?
sains | 20:26 WIB
Banyak hujan meteor yang akan meramaikan Desember 2022, juga ada beberapa fenomena langit lainnya.
sains | 09:47 WIB
Ilmuwan temukan cara untuk memprediksi stroke dan serangan jantung, AI dan sinar X jadi solusi.
sains | 00:21 WIB
Virus zombie yang selama ini terperangkap ini ditemukan oleh para ilmuwan di lapisan tanah yang membeku atau permafrost yang terdapa di Siberia, Rusia.
sains | 13:54 WIB
Canggih, Honda dan sejumlah pabrikan mobil lain mulai kembangkan kendaraan dengan jenis bahan bakar baru.
sains | 13:52 WIB
Gunung terbesar ini meletus akhir pekan lalu (27/11/2022). Berikut fakta uniknya.
sains | 20:23 WIB
BMKG menjelaskan kalau angin laut telah mendorong ikan kecil tersebut mengikuti arus hingga terdampar di pesisir pantai.
sains | 14:25 WIB
Perusahaan pertambangan Afrika Selatan, memperoleh kendali atas Keliber, produsen bahan kimia baterai Finlandia, dengan mengakuisisi sekitar 55% sahamnya
sains | 20:53 WIB
Collider ini membantu para ilmuwan untuk menemukan keberadaan partikel elementer Boson Higgs.
sains | 20:10 WIB
Selama ini peternakan dituding sebagai salah satu sumber polusi, khususnya peternakan sapi.
sains | 17:44 WIB
Ini adalah bukti sahih bahwa minuman beralkohol bisa menurunkan kecerdasan.
sains | 16:12 WIB
Pelaku diduga adalah anak bungsu, yang nekat memberikan racun ke minuman keluarganya.
sains | 14:47 WIB
Tampilkan lebih banyak