Ogah Kalah Saing, Amerika Incar Sektor Industri Chip China, Sederet Pembatasan Diberlakukan

Kontrol ekspor diberlakukan, demi cegah teknologi sensitif dengan aplikasi militer diakuisisi oleh dinas militer, intelijen, dan keamanan Tiongkok.

Cesar Uji Tawakal
Senin, 10 Oktober 2022 | 16:49 WIB
Chip ARM Cortex-A76. (ARM)

Chip ARM Cortex-A76. (ARM)

Hitekno.com - Amerika Serikat (AS) menerbitkan paket pembatasan ekspor baru yang menargetkan industri semikonduktor China dengan lebih lanjut membatasi akses negara itu ke teknologi chip AS.

Dilansir dari Russia Today, dokumen  yang diterbitkan di situs web Departemen Perdagangan, mencakup larangan mengekspor chip ke China yang dibuat dengan teknologi AS dan dimaksudkan untuk digunakan dalam kecerdasan buatan dan superkomputer tanpa lisensi ekspor.

Baca Juga: - Spesifikasi dan Harga VivoV25e, Dibekali Kamera Handal dan Memori Lega - Pantang Pelit, Ilmuwan Ungkap Orang yang Rajin Berderma akan Lebih Bahagia, Depresi Auto Sirna - Dibekali Kamera Handal dan Memori Lega, Cek Harga Vivo V25e di Indonesia

Pembatasan baru juga membatasi penjualan peralatan dan teknologi pembuatan chip ke perusahaan China dan membatasi warga negara dan entitas AS untuk bekerja dengan produsen chip China kecuali mereka diberikan izin khusus.

Beberapa langkah akan mulai berlaku bulan ini. Menurut dokumen itu, kontrol ekspor baru itu bertujuan untuk "mencegah teknologi sensitif dengan aplikasi militer diakuisisi oleh dinas militer, intelijen, dan keamanan Tiongkok."

Sebelumnya pada hari yang sama, AS juga menempatkan YMTC, pembuat chip memori top China, dan 30 entitas China lainnya dalam daftar perusahaan "belum diverifikasi".

Ini berarti bahwa pejabat AS tidak dapat memeriksanya untuk memberikan lisensi ekspor yang juga berarti bahwa perusahaan-perusahaan ini nantinya dapat masuk daftar hitam oleh Washington sepenuhnya.

Ilustrasi semikonduktor. (Pexels)
Ilustrasi semikonduktor. (Pexels)

Hal ini dapat memicu secara efektif pelarangan perusahaan AS untuk memasok sederet perusahaan tersebut dengan teknologi apa pun.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning menyebut kontrol baru itu tidak adil dan mengatakan mereka akan menjadi bumerang dan melukai kepentingan perusahaan-perusahaan AS.

"Untuk mempertahankan hegemoni teknologi ilmiahnya, AS telah menyalahgunakan langkah-langkah kontrol ekspor untuk secara sembrono memblokir dan menjegal perusahaan-perusahaan China ... Ini tidak hanya akan merugikan hak dan kepentingan sah perusahaan China, tetapi juga merugikan kepentingan perusahaan AS. Ini akan menghambat pertukaran teknologi ilmiah internasional dan kerja sama perdagangan, dan memberikan pukulan bagi industri global dan rantai pasokan dan pemulihan ekonomi dunia," kata juru bicara tersebut.

Sementara itu, Taiwan, rumah bagi pembuat chip kontrak terbesar di dunia, Taiwan Semiconductor Manufacturing, mengisyaratkan akan mematuhi kontrol ekspor baru AS yang ditujukan untuk China, mitra dagang terbesarnya.

Berita Terkait

TERKINI

Ada tujuh fasilitas nuklir di Cianjur yang dipastikan dalam kondisi aman saat ini.
sains | 11:13 WIB
Traktor tersebut dapat mengumpulkan dan menganalisis data tanaman setiap hari dan dapat memproses data dari alat saat ini dan generasi berikutnya yang dilengkapi dengan sensor dan pencitraan
sains | 21:01 WIB
Fosil ini diduga merupakan spesies lain yang berhubungan dengan Tyrannosaurus rex.
sains | 20:36 WIB
Angkatan Luar Angkasa Amerika Serikat sedang merancang sistem peringatan dini serangan, tapi bukan untuk mewaspadai alien. Lantas siapa yang diwaspadai?
sains | 20:26 WIB
Banyak hujan meteor yang akan meramaikan Desember 2022, juga ada beberapa fenomena langit lainnya.
sains | 09:47 WIB
Ilmuwan temukan cara untuk memprediksi stroke dan serangan jantung, AI dan sinar X jadi solusi.
sains | 00:21 WIB
Virus zombie yang selama ini terperangkap ini ditemukan oleh para ilmuwan di lapisan tanah yang membeku atau permafrost yang terdapa di Siberia, Rusia.
sains | 13:54 WIB
Canggih, Honda dan sejumlah pabrikan mobil lain mulai kembangkan kendaraan dengan jenis bahan bakar baru.
sains | 13:52 WIB
Gunung terbesar ini meletus akhir pekan lalu (27/11/2022). Berikut fakta uniknya.
sains | 20:23 WIB
BMKG menjelaskan kalau angin laut telah mendorong ikan kecil tersebut mengikuti arus hingga terdampar di pesisir pantai.
sains | 14:25 WIB
Perusahaan pertambangan Afrika Selatan, memperoleh kendali atas Keliber, produsen bahan kimia baterai Finlandia, dengan mengakuisisi sekitar 55% sahamnya
sains | 20:53 WIB
Collider ini membantu para ilmuwan untuk menemukan keberadaan partikel elementer Boson Higgs.
sains | 20:10 WIB
Selama ini peternakan dituding sebagai salah satu sumber polusi, khususnya peternakan sapi.
sains | 17:44 WIB
Ini adalah bukti sahih bahwa minuman beralkohol bisa menurunkan kecerdasan.
sains | 16:12 WIB
Pelaku diduga adalah anak bungsu, yang nekat memberikan racun ke minuman keluarganya.
sains | 14:47 WIB
Sesar lembang berada di kawasan Jawa Barat dan diketahui masih aktif hingga saat ini.
sains | 16:46 WIB
Menurut catatan BMKG, kemunculan gempa susulan yang terekam terus mengalami penurunan.
sains | 18:31 WIB
Bakteri yang lama terpendam di balik lapisan es, kini siap kembali merebak dan berpotensi membahayakan manusia.
sains | 21:45 WIB
Tampilkan lebih banyak