NASA Mulai Pelajari Sampel Bulan dari Misi Apollo 17, Setelah 50 Tahun Tersimpan

Setelah 50 tahun tersimpan, akhirnya ilmuwan NASA temukan ada kandungan ini di sample Bulan.

Agung Pratnyawan

Posted: Jum'at, 06 Mei 2022 | 13:59 WIB
Ilustrasi Bulan Purnama. (NASA/Joel Kowsky)

Ilustrasi Bulan Purnama. (NASA/Joel Kowsky)

Hitekno.com - Para ilmuwan NASA telah memulai mempelajadi sampel Bulan yang diambil dari misi Apollo 17. Misi pendaratan terakhir yang berlangsung 50 tahun lalu.

Sebagai informasi, misi Apollo 17 melakukan pendaratan di Bulan pada 1972 silam. Dalam misi pendaratan tersebut juga mengambil sample Bulan untuk dibawa ke Bumi.

Mulai Maret kemarin, para ilmuwan NASA membuka sampel Bulan yang dikumpulkan selama Apollo 17 dan disimpan pada 1972.

Baca Juga: 5 Fenomena Langit Sepanjang Mei 2022, Hujan Meteor hingga Konjungsi Bulan

Sampel Bulan tersebut disimpan di lemari es selama beberapa dekade di Johnson Space Center NASA.

Baru-baru ini, dikirim ke Goddard Space Flight NASA di Maryland, tempat di mana para ahli mulai menelitinya.

NASA mulai penelitian aampel Bulan dari Apollo 17. [NASA]
NASA mulai penelitian aampel Bulan dari Apollo 17. [NASA]

Dengan pembukaan sampel ini, NASA berharap dapat mendukung studi sampel Bulan di masa depan, yang berlangsung dengan program pendaratan awak terbarunya yang dikenal sebagai Artemis.

Baca Juga: Ilmuwan Ingin Digelar Misi Pencarian Alien dan Kehidupan di Uranus dan Bulan Saturnus

"Dengan melakukan pekerjaan ini, kami tidak hanya memfasilitasi eksplorasi Artemis, tetapi kami memfasilitasi pengembalian sampel di masa depan dan eksplorasi manusia ke seluruh tata surya," kata Julie Mitchell, ilmuwan dan insinyur planet NASA, dikutip dari Space.com, Jumat (6/5/2022).

Sampel Bulan dari misi Apollo 17 ini membuat para ahli bersemangat karena penelitian sebelumnya ditemukan asam amino dalam sampel Bulan.

Mengingat asam amino sangat penting untuk kehidupan seperti di Bumi, mempelajari ini lebih lanjut dapat membantu para ilmuwan untuk lebih memahami bagaimana kehidupan berasal tidak hanya di Bumi tetapi mungkin di tempat lain di tata surya.

Baca Juga: 5 Fungsi Bulan bagi Kehidupan di Bumi, Berikut Penjelasannya

Sampel seperti ini juga dapat membantu para ilmuwan mengumpulkan informasi tentang sejarah Bulan.

NASA mulai penelitian aampel Bulan dari Apollo 17. [NASA]
NASA mulai penelitian aampel Bulan dari Apollo 17. [NASA]

Apollo 17 menjadi misi terakhir pendaratan manusia di Bulan, dan kini NASA menyiapkan misi Artemis untuk mengirim astronot ke satelit alami Bumi. (Suara.com/ Lintang Siltya Utami).

Baca Juga: Sampel Debu Bulan Bakal Dilelang Rp 11,4 Miliar, Hasil dari Misi Apollo 11

Berita Terkait
Berita Terkini

Melalui Yandex Cloud, Yandex Weather, dan Yandex School of Data Analytics (YSDA) berkolaborasi untuk mengintegrasikan ke...

sains | 12:33 WIB

Apa saja fitur canggih yang ada di CBR 150? Simak rinciannya di bawah ini....

sains | 12:12 WIB

Pertamina Foundation bersama Fakultas Kehutanan UGM telah melakukan kerja sama rehabilitasi hutan "Hutan Pertamina UGM"...

sains | 14:04 WIB

Dengan memanfaatkan algoritma AI, perusahaan ini berhasil membuka jalan bagi pengembangan obat terobosan potensial....

sains | 16:10 WIB

Objek ini punya suhu jauh lebih tinggi daripada matahari walaupun tak begitu terang. Objek apa gerangan?...

sains | 16:22 WIB