Sains

Terancam Kena Hantaman Puing Satelit Militer Rusia, ISS Harus Pindah

ISS harus melakukan manuver reboost untuk menghindari tabrakan dengan puing satelit militer Rusia.

Agung Pratnyawan

Ilustrasi Stasiun Luar Angkasa (sumber foto: Pixabay)
Ilustrasi Stasiun Luar Angkasa (sumber foto: Pixabay)

Hitekno.com - Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) terpaksa melakukan manuver reboost demi menghindari kemungkinan tabrakan dengan puing satelit militer Rusia.

Kosmos 1408, satelit militer Rusia yang telah diledakkan pada 15 November 2021 kemarin. Satelit yang diluncurkan pada 1982 itu dihancurkan oleh rudal darat.

Akibatnya, Kosmos 1408 menghasilkan cukup banyak sampah luar angkasa ketika dihancurkan, mengingat beratnya 2.200 kg.

Meskipun pada akhirnya puing-puing tersebut akan melambat dan terbakar, namun prosesnya bisa memakan waktu lebih dari satu dekade.

Para ahli khawatir bahwa puing-puing itu dapat menyebabkan "Efek Kessler" dan membahayakan satelit lain hingga Stasiun Luar Angkasa Internasional ISS.

Puing kosmos 1408. [Wikipedia]
Puing kosmos 1408. [Wikipedia]

Efek Kessler adalah suatu peristiwa seperti ledakan satelit di orbit rendah Bumi, menciptakan reaksi berantai karena puing-puing ini dapat menghancurkan satelit lain di orbit.

Jika hal itu terjadi, puing-puing dapat terus bertabrakan dengan satelit lain atau puing sampah antariksa lainnya.

Hal ini berpotensi menyebabkan masalah komunikasi dan membuat area ruang angkasa tidak dapat diakses oleh pesawat luar angkasa.

Dilansir dari IFL Science, Selasa (26/4/2022), demi menghindari tabrakan luar angkasa seperti itu, ISS pada akhirnya berpindah tempat.

Untungnya, manuver reboost berhasil dilakukan dan menyelamatkan turis luar angkasa pertama ISS serta astronaut yang bertugas di dalamnya.

Itulah upaya Stasiun Luar Angkasa Internasional ISS melakukan manuver reboost untuk menghindari tabrakan dengan satelit militer Rusia, Kosmos 1408. (Suara.com/ Lintang Siltya Utami).

Berita Terkait