Sains

Pada Tahun 2030, Bulan Ramadhan Bakal Terjadi Dua Kali dalam Setahun

Simak berikut ini penjelasan kenapa bulan Ramadhan terjadi dua kali pada tahun 2030 mendatang.

Agung Pratnyawan

Ilustrasi bulan Ramadhan. (Pixabay)
Ilustrasi bulan Ramadhan. (Pixabay)

Hitekno.com - Pada tahun 2030 mendatang, Umat Muslim di seluruh dunia akan merayakan dua kali bulan Ramadhan. Kenapa hal ini bisa terjadi?

Fenomena dua kali bulan Ramadhan bukan pertama kali terjadi. Dilaporkan Suara.com, terkahir fenomena ini terjadi pada 1997 silam.

Menurut astronom Khaled Al-Zaqaq asal Arab Saudi, dikatakan bahwa bulan puasa akan jatuh dua kali pada tahun 2030 tersebut.

Puasa Ramadhan pertama tiba pada Januari, sementara satu lagi terjadi akhir Desember.

Al-Zaqaq menjelaskan bahwa kondisi ini terjadi karena kalender Hijriah Islam didasarkan pada siklus bulanan. Sementara kalender Gregorian (Masehi) dihitung berdasarkan perjalanan Bumi mengelilingi Matahari.

Ucapan selamat hari raya idul fitri. (Suara.com/Iqbal Asaputro))
Ucapan selamat hari raya idul fitri. (Suara.com/Iqbal Asaputro))

Dikutip dari Siasat Daily, Senin (18/4/2022), Al-Zaqaq mengatakan bahwa bulan puasa dua kali setahun itu terulang tiap 33 tahun sekali. Momen ini sebelumnya terjadi pada 1965 dan 1967, yang kemudian akan terjadi lagi di 2030 dan 2063.

Pada tahun 1451 Hijriah, bulan Ramadhan akan dimulai pada 5 Januari 2030. Sementara 1452 Hijriah akan dimulai pada 26 Desember 2030.  Artinya, umat Muslim akan berpuasa selama 36 hari di 2030.

Perbandingan lainnya, jumlah hari dalam kalender Masehi adalah kurang lebih 365 hari. Sedangkan jumlah hari di kalender Hijriah kurang lebih 354 hari.

"Kalender lunar (bulan), atau tahun berbasis lunar, 11 hari lebih pendek dari kalender matahari," jelasnya.

Itulah penjelasan kenapa pada tahun 2030 mendatang akan terjadi dua kali bulan Ramadhan  dalam setahun. (Suara.com/ Dicky Prastya).

Berita Terkait