Sains

Selain untuk Penelitian, Ini Tujuan BRIN Bangun Infrastruktur Riset

Hingga akhirnya diharapkan dapat meningkatkan daya saing Indonesia dari segi sains, inovasi dan riset

Agung Pratnyawan

Logo BRIN - Badan Riset dan Inovasi Nasional. (BRIN)
Logo BRIN - Badan Riset dan Inovasi Nasional. (BRIN)

Hitekno.com - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus membangun infrastruktur riset dengan peralatan canggih dan mutakhir. Ternyata pembangunan ini tidak hanya untuk melakukan berbagai penelitian di dalam negeri.

BRIN juga berminat untuk menarik minat minat diaspora dan talenta global termasuk periset luar negeri untuk melakukan berbagai penelitian di Indonesia dengan infrastruktur riset tersebut.

"Kita sekarang sudah tidak bicara bagaimana menarik diaspora kita lagi, kita sudah step-nya lebih jauh lagi di mana menarik talenta tidak peduli warga negaranya apa, mau WNI atau WNA kita tidak peduli, yang penting risetnya di sini (di Indonesia)," kata Kepala BRIN Laksana Tri Handoko dalam acara peresmian gedung Laboratorium Terpadu Riset Oseanografi atau Laterio di Jakarta, Selasa (22/2/2022).

Upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan daya saing Indonesia dari segi sains, inovasi dan riset, termasuk di bidang kemaritiman sehingga dapat menciptakan lebih banyak hasil riset kelautan yang bermanfaat bagi peningkatan kesejahteraan dan kepentingan masyarakat Indonesia.

Selain menghasilkan lebih banyak keluaran riset yang bermanfaat bagi Indonesia, pelaksanaan kegiatan riset dan transfer pengetahuan terkini dalam kolaborasi dengan pihak atau peneliti luar di Indonesia juga dapat meningkatkan kapabilitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia.

Infrastruktur strategis tersebut antara lain Laboratorium Terpadu Riset Oseanografi (LATERIO), kapal riset penjelajah samudra, Laboratorium Genomik yang menyediakan peralatan riset mutakhir untuk bioteknologi dan rekayasa molekuler bagi publik, serta laboratorium bioproduk terintegrasi pertama atau Integrated Laboratory of Bioproduct (iLab) di Indonesia.

Handoko menuturkan semua infrastruktur strategis yang dibangun dan dikelola BRIN bersifat terbuka dan bisa digunakan semua pihak termasuk periset dan akademisi dari dalam dan luar negeri serta pelaku usaha.

"Ini harus menjadi fasilitas yang global dan kita sudah siapkan skemanya," ujar Handoko.

BRIN mengajak peneliti dalam dan luar negeri serta pelaku usaha berkolaborasi dan memanfaatkan infrastruktur riset strategis yang disiapkan BRIN untuk melakukan berbagai riset di Indonesia, salah satunya untuk mengeksplorasi dan meningkatkan pemanfaatan potensi kekayaan laut Indonesia.

Tidak hanya untuk penelitian dalam negeri, pembangunan infrastruktur riset yang canggih dan modern ini diharapkan BRIN untuk menarik para peneliti. (Suara.com/ Liberty Jemadu).

Berita Terkait