Sains

Bagaimana Cara Mengukur Lubang Hitam Supermasif, Ini Penjelasan Astronom

Para astronom menemukan cara baru untuk bisa melakukannya.

Agung Pratnyawan

Ilustrasi lubang hitam. (Pixabay/ Gerd Altmann)
Ilustrasi lubang hitam. (Pixabay/ Gerd Altmann)

Hitekno.com - Bagaimana cara mengukur lubang hitam supermasif, yang wujudnya saja sulit untuk diamati. Para astronom ternyata telah menemukan cara baru untuk bisa melakukannya.

Para astronom menemukan cara baru untuk menghitung ukuran lubang hitam supermasif, yaitu dengan mempelajari pola makan objek raksasa ini.

Para ilmuwan sejak lama telah memperhatikan pola seperti kerlap-kerlip dalam kecerahan cakram akresi, materi yang ditarik oleh gravitasi lubang hitam.

Namun, para astronom dan ahli tidak yakin apa yang menyebabkan pola kerlipan di lubang hitam supermasif itu.

Sekarang, tim astrofisikawan berhasil menentukan bahwa kerlipan cakram akresi berhubungan dengan massa lubang hitam di yang berada di dalamnya.

Lubang hitam supermasif. [ESO]
Lubang hitam supermasif. [ESO]

"Kami percaya bahwa teknik yang sama juga berlaku untuk banyak hal, seperti objek yang lebih kecil dari lubang hitam," kata Yue Shen, penulis utama penelitian dan astronom di University of Illinois Urbana-Champaign.

Untuk memeriksa hubungan antara ukuran lubang hitam supermasif dan cahaya yang berkerlip dari cakram, para ilmuwan memilih 67 lubang hitam supermasif.

Masing-masing dengan perkiraan massa sebelumnya antara 10.000 dan 10 miliar kali massa Matahari.

Ketika data itu menunjukkan korelasi, para peneliti memutuskan untuk melihat objek yang jauh lebih kecil dengan cakram akresi, yaitu bintang katai putih.

"Sekarang ada korelasi antara pola kerlipan dan massa objek akresi pusat," ucap Colin Burke, rekan penulis dan mahasiswa pascasarjana astronomi di University of Illinois Urbana-Champaign.

Dia menambahkan, dapat menggunakannya untuk memprediksi seperti apa sinyal kerlipan dari lubang hitam menengah.

Dilansir dari Space.com, Jumat (13/8/2021), para ahli berharap akan mendapatkan lebih banyak informasi mengenai pola kerlip lubang hitam ketika Observatorium Vera C. Rubin di Chili diluncurkan pada 2023.

Itulah cara baru astronom dalam mengukur lubang hitam supermasif dengan mengamati pola kerlipannya. (Suara.com/ Lintang Siltya Utami).

Berita Terkait