Sains

Pria Ini Ketakutan Lihat Ular Jumbo Mau Masuk Rumah, Untung Tak Berbahaya

Kepolisian sempat memperingatkan warga atas laporan adanya ular jumbo ini.

Rezza Dwi Rachmanta

Ilustrasi corn snake atau ular jagung. (Pixabay/ aixklusiv)
Ilustrasi corn snake atau ular jagung. (Pixabay/ aixklusiv)

Hitekno.com - Seorang pria di Winnepeg, Manitoba, Kanada mengaku ketakutan setelah melihat seekor ular jumbo berwarna putih yang mencoba masuk ke rumahnya. Ia kemudian langsung melaporkan kejadian tersebut pada pihak berwenang setempat.

Breno Martins tak menyangka bahwa seekor ular yang cukup panjang mencoba untuk merayap di dinding rumah pada Sabtu (12/06/2021). "Ketika melihatnya, saya benar-benar ketakutan," kata Breno Martins. Ia memastikan untuk mengawasi ular itu sambil menunggu anggota layanan hewan Kota Winnipeg.

Meski begitu, sebelum petugas tiba, pria tersebut kehilangan jejak ular setelah hewan ini merayap menuju halaman tetangga dan semak-semak.

"Saya tidak tahu apakah itu berbahaya atau berbisa. Yang saya tahu adalah kami memiliki banyak hewan peliharaan dan anak-anak di lingkungan sekitar. Ya Tuhan, saya harus melakukan sesuatu. Saya ketakutan," kata Breno Martins.

Masih belum diketahui berapa ukuran asli dari sang ular, namun Breno Martins sempat mengabadikannya dengan smartphone.

Ular jumbo ini hampir masuk ke rumah seorang warga di Kanada. (Breno Martins)
Ular jumbo ini hampir masuk ke rumah seorang warga di Kanada. (Breno Martins)

Kepolisian Winnepeg langsung mengeluarkan pemberitahuan dan memperingatkan warga bahwa seekor ular sepanjang delapan kaki (2,43 meter) telah lepas di daerah itu. Tetapi Martins berpendapat bahwa ular tersebut mungkin memiliki panjang sekitar lima kaki atau 1,5 meter.

Dikutip dari CBC, Rob Vendramelli, seorang sukarelawan dari Manitoba Herpetocultural Society, mengatakan bahwa reptil itu bisa bersembunyi hingga seminggu kecuali jika perlu keluar untuk mencari makanan atau air.

Berdasarkan deskripsi yang beredar, Vendramelli mengatakan bahwa itu kemungkinan adalah corn snake atau ular jagung. Ia juga yakin bahwa hewan tersebut tak mencapai panjang delapan kaki. Ular jagung lebih pendek dari delapan kaki, panjang ular sering dilebih-lebihkan, tambahnya.

Ilustrasi ular berwarna abu-abu. (Pixabay/ Patricia)
Ilustrasi ular berwarna abu-abu. (Pixabay/ Patricia)

Vendramelli mengatakan siapa pun yang melihat ular ini harus menghubungi layanan hewan atau 911, seperti yang disarankan polisi sebelumnya. "Ular jagung tidak berbisa, jadi kemungkinan besar seseorang akan melukai ular itu daripada sebaliknya. Mereka biasanya lebih mudah ditangani, dan tidak berbahaya bagi manusia," kata Vendramelli.

Ular jagung (Pantherophis guttatus) merupakan spesies ular yang mendiami Amerika bagian utara dan termasuk pemakan tikus. Mereka juga dapat ditemukan di seluruh Amerika Serikat bagian tenggara dan tengah.

Secara sekilas, ular jagung sering dikira copperhead berbisa, dan sering dibunuh karena salah penafsiran identitas. Padahal ular ini cukup bermanfaat karena ia berfungsi sebagai predator hama tikus yang sering merugikan petani jagung.

Spesies ular jagung juga merupakan hewan peliharaan yang legal di Kanada. Vendramelli memprediksi bahwa ular itu mungkin saja seekor hewan peliharaan yang lepas dari pemiliknya.

Berita Terkait