Sains

Ditemukan Fosil Misterius Reptil Terbang, Tertimbun Sisa Tulang Hiu

Yaitu pterosaurus si reptil terbang yang misterius.

Agung Pratnyawan

Ilustrasi arkeolog. (Shutterstock)
Ilustrasi arkeolog. (Shutterstock)

Hitekno.com - Masih banyak misteri yang belum terungkap dari kehidupan di Bumi jutaan tahun silam. Seperti penemuan fosil misterius reptil terbang yang satu ini.

Ilmuwan Inggris Roy Smith dari Universitas Portsmouth, menemukan sisa-sisa fosil dari reptil terbang yang hidup lebih dari 60 juta tahun lalu.

Menariknya, fosil tersebut ditemukan tersembunyi di antara fosil hiu. Hal ini membuat misteri kenapa bisa reptil terbang tersebut berada di sana.

Smith sedang memeriksa fosil duri sirip hiu dari dua koleksi museum Inggris, ketika ia melihat beberapa fragmen berisi foramina saraf atau lubang kecil, tapi terlihat di mana saraf muncul ke permukaan dan berfungsi untuk merasakan mangsa.

Ilmuwan Inggris ini mengatakan bahwa duri sirip hiu tidak memiliki fragmen seperti ini.

Ilustrasi Pterosaurus. [Phys.org]
Ilustrasi Pterosaurus. [Phys.org]

 

Hasil analisisnya justru menunjukkan fosil tersebut bukan berasal dari makhluk laut, melainkan dari hewan purba di udara, yaitu pterosaurus si reptil terbang yang misterius dan vertebrata paling awal yang diketahui telah berevolusi terbang bertenaga.

Dilansir dari CNET, Kamis (12/11/2020), Smit merinci penemuan tersebut dalam penelitian yang diterbitkan secara online di jurnal Proceedings of the Geologists' Association.

Dua dari spesimen yang ditemukan dapat diidentifikasi sebagai pterosaurus yang disebut Ornithostoma. Kemungkinan lain mewakili spesies baru.

"Saya sangat senang dan gembira dapat menemukan fosilnya karena sisa-sisa pterosaurus sangat langka di Inggris. Hanya ada dua spesies yang pernah ditemukan," kata Roy Smith.

Smith menemukan fosil pterosaurus dalam koleksi milik Sedgwick Museum of Earth Sciences di University of Cambridge dan Booth Museum of Natural History di Brighton.

Penemuan fosil misterius ini menunjukkan keragaman yang lebih besar dari pterosaurus langka dan penting untuk mempelajari materi yang ada secara detail. (Suara.com/ Lintang Siltya Utami).

Berita Terkait