Sains

Hasil Studi DNA: Viking Berambut Gelap, Berdarah Asia

Hasil studi DNA, Viking punya genetika lebih dekat ke Asia dibanding Eropa.

Agung Pratnyawan

Ilustrasi Viking. (Pixabay)
Ilustrasi Viking. (Pixabay)

Hitekno.com - Viking, kelompok yang sempat ditakuti sekitar kawasan Eropa di masa silam. Juga kerap diangkat menjadi film dan media lain sebagai para perampok brutal, berambut pirang keemasan, dan bertubuh raksasa.

Namun siapa sangka kalau mereka punya darah Asia, juga lebih banyak yang berambut gelap atau hitam dan cokelat.

Kesimpulan ini adalah hasil sebuah studi pengurutan DNA terhadap lebih dari 400 kerangka Viking di situs-situs arkeologi di Eropa dan Greenland, demikian diwartakan oleh Phys.org.

Studi yang digelar selama 6 tahun dan diterbitkan di jurnal Nature pada Selasa (15/9/2020) itu, memiliki setidaknya 3 temuan menarik, yakni:

  • Pertama, banyak orang-orang Viking yang memiliki rambut cokelat dan buka pirang.
  • Kedua, sejarah genetika Skandinavia, tempat bangsa Viking berasal, sudah dipengaruhi oleh gen-gen asing dari Asia dan Eropa bagian selatan. Gen-gen asing ini masuk jauh sebelum Era Viking.
  • Ketiga, aksi-aksi perampokan awal Viking awalnya adalah aktivitas lokal dan melibatkan anggota-anggota keluarga dekat. 

 

Ilustrasi kapal Viking. [Shutterstock]
Ilustrasi kapal Viking. [Shutterstock]

 

"Studi ini mengubah persepsi tentang Viking - tak ada orang yang menyangka bahwa ada arus gen dari Eropa Selatan dan Asia yang masuk ke Skandinavia sebelum Era Viking," kata Eske Willerslev, ilmuwan dari Universitas Cambridge, Inggris dan Universitas Copenhagen, Denmark yang memimpin studi itu.

Istilah Viking sendiri berasal dari kata bahasa Skandinavia, viking, yang berarti merompak. Era Viking biasanya mengacu pada periode tahun 800 - 1050an, beberapa tahun sebelum penaklukan Inggris oleh Norman pada 1066.

Bangsa Viking mengubah tidak saja sejarah, tetapi juga peta genetika Eropa.

Dikenal sebagai pelaut ulung, mereka diyakini sudah menjelajah sampai ke Amerika Utara 500 tahun sebelum Christopher Columbus mengklaim menemukan Amerika.

Akibat aksi perampokan Viking, populasi Inggris Raya saat ini memiliki sekitar 6 persen DNA bangsa Viking.

Tetapi dalam petualangannya Viking biasanya merampok kota-kota di pesisir Eropa, meski tidak jarak mereka juga menjual bulu, gading, dan lemak anjing laut.

Dalam studi itu, Willerslev dkk mengurutkan seluruh genom 442 kerangka yang diambil dari makam Viking. Sebagian kerangka itu adalah lelaki, meski ada pula perempuan, anak-anak, dan bayi.

Itulah hasil studi DNA yang mendapati kalau Viking lebih punya kedekatan dengan Asia secara genetika. Dari rambut gelap hingga darah Asia. (Suara.com/ Liberty Jemadu).

Berita Terkait