Sains

Nggak Layak Huni, Planet Alien Raksasa Ini Super Panas dan Punya Hujan Besi

Fenomena planet super panas dengan hujan besi ini dapat dikatakan jarang ditemui.

Agung Pratnyawan | Amelia Prisilia

Ilustrasi planet. (pixabay/CharlVera)
Ilustrasi planet. (pixabay/CharlVera)

Hitekno.com - Sama sekali nggak layak huni, fakta baru terkait planet WASP-79b baru saja terkuak. Planet alien raksasa ini disebut-sebut memiliki suhu super panas serta memiliki hujan besi yang mengerikan.

Planet WASP-79b diketahui berada pada jarak 780 tahun cahaya dari Bumi. Para ilmuwan mengklaim bahwa planet ini sama sekali tidak ramah bagi kehidupan manusia karena memiliki ekosistem yang justru berbahaya.

Mengutip Space.com, WASP-79b dengan suhu super panas ini membuat planet tersebut memiliki hujan besi yang justru terlihat berwarna kuning.

Cukup unik, para ilmuwan sendiri belum dapat memastikan penyebab hujan kuning di planet WASP-79b ini. Untuk itu, penelitian mengenai planet ini terus dilakukan kedepannya.

Para ilmuwan menyebut bahwa atmosfer planet WASP-79b ini sama sekali tidak diketahui. Pasalnya, fenomena planet super panas dengan hujan besi ini dapat dikatakan jarang ditemui.

Ilustrasi planet super panas dengan hujan besi. (NASA)
Ilustrasi planet super panas dengan hujan besi. (NASA)

 

Walaupun begitu, WASP-79b bukan planet pertama dengan hujan besi. Sebelumnya, fenomena yang sama pernah ditemui oleh para ilmuwan di planet WASP-76b yang mengorbit di konstelasi Pisces.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai planet WASP-76b dengan fenomena super unik ini, para ilmuwan melakukan persiapan matang termasuk mempersiapkan teleskop canggih milik NASA yang segera rilis.

Menurut rencana, penelitian untuk planet-planet ini akan dilakukan dengan menggunakan teleskop James Webb Space Telescope milik NASA yang nantinya akan diluncurkan.

Teleskop Hubble. (NASA)
Teleskop Hubble. (NASA)

 

Sebagai catatan, WASP-79b merupakan salah satu exoplanet terbesar dengan lebar 1,7 kali lebih besar dari planet terbesar di Tata Surya kita, Jupiter.

Hingga James Webb Telescope milik NASA rilis, penelitian untuk planet super panas dengan hujan besi ini dilakukan menggunakan Hubble Space Telescope dan Magellan II Telescope yang berada di Chile.

Berita Terkait