Sains

Ilmuwan Menemukan Hewan Purba yang Dijuluki "Yeti", Punya Berat 1 Ton!

Hewan purba ini dipercaya pernah hidup antara 10 ribu hingga 40 ribu tahun lalu.

Dinar Surya Oktarini | Rezza Dwi Rachmanta

Ilustrasi hewan purba yang dijuluki Yeti Amerika Selatan. (YouTube/ CTyS-UNLaM Agency)
Ilustrasi hewan purba yang dijuluki Yeti Amerika Selatan. (YouTube/ CTyS-UNLaM Agency)

Hitekno.com - Berdasarkan penelitian terbaru, ilmuwan baru saja mengumumkan penemuan hewan purba yang dijuluki "Yeti Amerika Selatan". Hewan purba ini dipercaya hidup sekitar 10 ribu tahun lalu dan memiliki cakar raksasa.

Sebagai referensi, Yeti merupakan makhluk mitologi yang berupa primata besar mirip manusia di mana makhluk ini dipercaya menghuni wilayah pegunungan Himalaya di Nepal dan Tibet.

Mempunyai bentuk yang mirip Yeti, ilmuwan menjuluki hewan purba yang telah punah sebagai "Yeti Amerika Selatan".

Sekelompok ahli paleontologi Argentina dan Ekuador menemukan fosil Yeti Amerika Selatan di daerah pegunungan Ekuador, sekitar 2.500 meter di atas permukaan laut.

Para ilmuwan berpendapat bahwa hewan purba ini dapat dianggap juga sebagai "beruang sloth raksasa".

Beberapa tulang fosil Yeti Amerika Selatan. (YouTube/ CTyS-UNLaM Agency)
Beberapa tulang fosil Yeti Amerika Selatan. (YouTube/ CTyS-UNLaM Agency)

 

Hewan tersebut mempunyai berat sekitar 1 ton dengan cakar besar serta moncong yang bisa beradaptasi terhadap iklim ekstrem.

Menurut sekelompok ilmuwan dari lembaga penelitian CTyS Univesidad Nacional de La Matanza Argentina, hewan purba ini dapat hidup di suhu rendah dengan iklim pegunungan.

Dilansir dari Sputnik News, cakar besar Yeti Amerika Selatan berada pada kedua lengan depan dan belakang mereka.

Salah satu fosil hewan purba yang dijuluki sebagai Yeti Amerika Selatan. (YouTube/ CTyS-UNLaM Agency)
Salah satu fosil hewan purba yang dijuluki sebagai Yeti Amerika Selatan. (YouTube/ CTyS-UNLaM Agency)

 

Hewan purba dengan nama ilmiah Oreomylodon wegneri ini mempunyai moncong besar dengan indera penciuman tajam.

Kemampuan tersebut berguna untuk berinteraksi antara jantan dan betina di wilayah teritorial mereka.

Hewan purba yang telah punah ini dipercaya pernah hidup menjelajahi wilayah Bumi antara 10.000 hingga 40.000 tahun lalu.

Ilmuwan bernama Roman Carrion, seorang ahli paleontologi Ekuador menjelaskan bahwa sloth (kungkang) purba raksasa tersebut sangat berbeda karakteristiknya dengan slot modern saat ini.

"Penemuan tiga fosil hewan purba di tempat yang sama membuat kita berpikir bahwa hewan-hewan itu hidup dalam kawanan, fakta yang sama sekali baru untuk semua sloth (kungkang) terestial yang pernah kita ketahui," kata Roman Carrion.

Yeti Amerika Selatan ini termasuk hewan purba golongan herbivora dan sangat senang mendiami tempat-tempat di dataran tinggi, terutama pegunungan.

Berita Terkait