Sains

Astronom Namai Planet Gonggong, Ternyata Ini Arti di Baliknya

Jika selama ini nama planet di tata surya kita memakai nama dewa mitologi Yunani-Romawi, beda dengan Gonggong.

Agung Pratnyawan

Ilustrasi planet Gonggong. (Wikipedia commons/ NASA)
Ilustrasi planet Gonggong. (Wikipedia commons/ NASA)

Hitekno.com - Para astronom dan ilmuwan telah memberikan nama Gonggong pada sebuah planet kerdir di sisi luar Pluto. Nama yang cukup unik untuk sebuah planet.

Diwartakan CNet, penamaan planet Gonggong ini jadi yang pertama di tata surya kita dari nama dewa mitologi Tiongkok.

Planet kerdil itu diberi nama Gonggong, nama salah satu dewa air dalam mitologi China yang digambarkan memiliki kepala manusia dan tubuh ular.

Sementara satelit yang menemaninya diberi nama Xianglu, menteri yang melayani para dewa dalam kisah-kisah Tiongkok.

Tata Surya kita diketahui memiliki delapan planet utama yang semuanya menggunakan nama dewa-dewi dari mitologi Romawi.

Ilustrasi planet di Tata surya kita. [Shutterstock]
Ilustrasi planet di Tata surya kita. [Shutterstock]

 

Tak hanya itu, nama objek-objek antariksa juga banyak menggunakan nama dari kebudayaan Romawi dan Yunani kuno.

Planet Gonggong sendiri tadinya bernama 2007 OR10. Ia adalah planet kerdil terbesar kelima dalam tata surya. Menurut para ilmuwan Gonggong terletak di sisi luar Pluto, tergabung bersama asteroid dan planet kerdil lainnya.

Pada pekan lalu, Minor Planet Center - lembaga internasional yang mengawasi dan mencatat data-data planet-planet kecil dan asteroid - mengumumkan secara resmi bahwa 2007 OR10 kini bernama Gonggong.

Perbandingan ukuran planet Gonggong, Bumi, dan Bulan. (Wikipedia commons/ Wyattmars)
Perbandingan ukuran planet Gonggong, Bumi, dan Bulan. (Wikipedia commons/ Wyattmars)

 

Gonggong memiliki warna kemerahan dan diduga atmosfernya mengandung banyak metana. Ia pertama kali ditemukan oleh tiga orang astronom Amerika Serikat - Megan Schwamb, Michael Brown, dan David Rabinowitz - pada 17 Juli 2007.

Itulah di balik nama Gonggong, planet kerdil pertama di tata surya kita yang dinamakan berdasarkan dewa mitologi Tiongkok. (Suara.com/ Liberty Jemadu).

Berita Terkait