Sains

Topan Hagibis Porak-porandakan Jepang, Kerugiannya Capai Puluhan Triliun

Oleh ilmuwan, Topan Hagibis dikategorikan menjadi topan terbesar di Jepan dalam 1 dekade terakhir.

Agung Pratnyawan | Rezza Dwi Rachmanta

Topan Hagibis yang menjelma menjadi topan super Kategori 5. (Wikipedia/ NOAA)
Topan Hagibis yang menjelma menjadi topan super Kategori 5. (Wikipedia/ NOAA)

Hitekno.com - Jepang baru saja diterjang bencana dahsyat yang berlangsung pada akhir pekan lalu, tepat pada hari Sabtu (12/10/2019). Meski Topan Hagibis kini menjadi pusaran awan di dekat Alaska, namun dampak yang ditimbulkan dan banjir yang melanda banyak wilayah Jepang membuat kerugian ekonomi super besar.

Menurut laporan terbaru dari media penyiaran Jepang, NHK (Nippon Hs Kykai), banjir karena Topan Hagibis telah menelan korban jiwa sebanyak 55 orang.

Ilmuwan yang tergabung dalam Badan Meteorologi Jepang menyebutkan bahwa Topan Hagibis ini menjadi topan terbesar yang pernah terjadi di Jepang selama 1 dekade terakhir.

Sangat berbahaya, Topan Hagibis memiliki kecepatan angin mencapai lebih dari 240 kilometer per jam dan mampu menyapu bersih apa saja yang berada di depannya.

Pekan lalu, Topan Hagibis menjadi "badai monster" dan dengan cepat meningkat menjadi topan super Kategori 5.

Meski pada pendaratannya di Jepang terkikis ke level Kategori 1, namun angin membawa hujan yang sangat deras ke sisi timur pulau Honshu.

Sebelumnya, ilmuwan Jepang telah mewanti-wanti pemerintah setempat yang membuat mereka akhirnya mengungsikan lebih dari 7 juta penduduk ke tempat yang lebih aman.

Alur Topan Hagibis yang melanda Jepang. Angka yang berwarna merah merupakan jenis kategori topan. (Wikipedia/ NOAA)
Alur Topan Hagibis yang melanda Jepang. Angka yang berwarna merah merupakan jenis kategori topan. (Wikipedia/ NOAA)

 

Total curah hujan mencapai 37,1 inci di Hakone, yang berada pada sekitar 50 kilometer barat daya Tokyo.

Itu adalah curah harian tertinggi kedua yang pernah tercatat di Jepang.

Beberapa daerah juga mencetak rekor total curah hujan harian dalam periode 24 jam setelah Topan Hagibis melintas.

Hujan deras membuat banyak wilayah di Jepang mengalami banjir terutama di daerah tepi sungai.

Prefektur Nagano yang terletak di sebelah barat Tokyo tepatnya di tepi Sungai Chikuma memiliki banjir dengan ketinggian 10 kaki atau 3 meter.

 

Topan Hagibis membuat banyak wilayah pulau Honshu terendam banjir. (YouTube/ The Telegraph)
Topan Hagibis membuat banyak wilayah pulau Honshu terendam banjir. (YouTube/ The Telegraph)

 

Dilansir dari Gizmodo, Topan Faxai yang melanda Jepang bulan September 2019 menimbulkan kerugian ekonomi sebesar 7 miliar dolar AS atau Rp 99 triliun.

Topan Trami dan Topan Jebi yang terjadi pada tahun 2018 menyebabkan kerugian gabungan sebesar 15,9 miliar dolar AS atau Rp 225 triliun.

Itu berarti Jepang telah mengalami 4 topan "mahal" hanya dalam kurun waktu 2018-2019.

Banjir besar di Jepang pada tahun 2018 yang membuat 2 juta orang mengungsi menelan biaya sebesar 9,5 miliar dolar AS atau Rp 134 triliun.

Mengingat jumlah pengungsi dan skala kerusakan Topan Hagibi lebih besar, para ahli memprediksi bahwa bencana "monster" tersebut dapat menelan kerugian miliaran dolar AS atau bahkan puluhan miliar dolar AS (puluhan hingga ratusan triliun).

Dahsyatnya Topan Hagibis sejalan dengan penelitian yang menyebutkan bahwa semakin panas suhu dunia, maka atmosfer yang lebih hangat akan menyimpan lebih banyak air sehingga topan semakin intens atau ganas.

Berita Terkait